Kapal Inggris di Pulau Malvinas sampai Trump Incar Gunung Nuklir Iran
Argentina menuduh Angkatan Laut Kerajaan Inggris masuk ke perairan Argentina, saat Piala Dunia 2026 masih berlangsung.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut mulai menerima pilihan untuk memperluas serangan hingga kompleks nuklir bawah tanah Iran di Pegunungan Pickaxe.
Iran sementara itu memajang poster Trump terbaring dalam sebuah peti mati, yang dipajang di Lapangan Engelhab di Ibu Kota Teheran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut ulasannya dalam Kilas Internasional hari ini, Jumat (17/7).
Argentina Protes Kapal Perang Inggris Masuk Wilayah Pulau Malvinas
Menteri Luar Negeri Argentina Pablo Quirno menuduh Angkatan Laut Kerajaan Inggris menyelonong masuk ke perairan Argentina di tengah ajang Piala Dunia 2026.
Dalam pernyataan pada Rabu (15/7) malam, Quirno menuding HMS Medway telah memasuki perairan Argentina pada awal Juli tanpa memberitahukan pemerintah Argentina.
Ia telah mengirim nota protes ke kedutaan besar Inggris di Argentina untuk menyatakan "keberatan paling keras" terhadap tindakan tersebut.
Iran Pajang Poster Presiden AS di Peti Mati: Matilah Trump!
Iran memajang poster Presiden Amerika Serikat Donald Trump terbaring dalam peti, Rabu (15/7). Baliho itu terpampang di Lapangan Engelhab, Teheran disertai slogan-slogan anti Trump.
"Matilah Trump! Kami akan membunuh Trump," demikian tulisan dalam poster itu, dikutip Reuters.
Poster ini muncul di tengah sentimen warga Iran terhadap AS. Seruan serupa sebetulnya sering menggema sejak Gedung Putih dan Israel melancarkan operasi brutal ke negara Timur Tengah ini.
Trump Mau Perluas Serangan, Gempur Gunung Nuklir Pickaxe & Rebut Kharg
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mulai menerima opsi untuk memperluas operasi militer AS di Iran.
Perluasan serangan tersebut termasuk rencana menggempur kompleks nuklir bawah tanah di Pegunungan Pickaxe dan merebut Pulau Kharg.
Opsi tersebut mulai dibicarakan secara intensif di Situation Room yang dihadiri Trump pada Selasa (14/7), menurut keterangan dari dua sumber dari Gedung Putih kepada CNN.
Trump sebelumnya blak-blakan bersumpah akan menyerang Iran lebih keras dalam beberapa minggu mendatang, termasuk ancaman terhadap infrastruktur sipil dan sumber energi Iran.
(tim) Add
as a preferred source on Google
