Bukan Hanya Hormuz, Laut Ini Jalur Penting Dunia Berisiko Tinggi
Ada beberapa skenario yang dapat mengakibatkan gangguan pada titik-titik strategis di Laut Cina Selatan. Jika terjadi konflik militer besar, maka akan membawa risiko berupa gangguan perdagangan secara sistematis dalam jangka waktu yang lama.
Sementara pembajakan, terorisme, kecelakaan, dan bencana lingkungan juga dapat menimbulkan masalah jangka pendek.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu yang paling terlihat adalah konflik China-Taiwan. China terus menegaskan bahwa mereka akan menguasai Taiwan, dan para pemimpin China telah berulang kali mengancam akan melakukannya dengan kekerasan.
Dalam beberapa tahun terakhir, China telah meningkatkan tekanan zona abu-abu dan militer terhadap Taiwan, dan pasukan China sedang mempersiapkan berbagai kemungkinan.
Invasi skala penuh atau blokade militer besar-besaran terhadap Taiwan akan mengubah Selat Taiwan menjadi zona perang dan juga dapat menjerat Selat Luzon di dekatnya-perairan yang memisahkan Taiwan dan Filipina.
"Pengucilan" Taiwan yang lebih terbatas juga dapat mengganggu lalu lintas di wilayah tersebut, tetapi dalam skala yang lebih kecil.
Jika konflik besar Taiwan-China terjadi, maka Amerika Serikat akan terlibat yang dapat mempersulit perdagangan melalui Selat Malaka. Beijing telah lama khawatir akan situasi di mana Amerika Serikat memberlakukan blokade jarak jauh terhadap Tiongkok dengan menegaskan kendali atas jalur melalui Selat Malaka.
Pada tahun 2003, Presiden Tiongkok Hu Jintao memperingatkan bahwa beberapa "kekuatan besar" (yaitu, Amerika Serikat) berupaya mengendalikan Selat Malaka, yang menimbulkan ancaman bagi keamanan energi China.
(imf/bac) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]

