Kemlu Sebut Ketahui Keberadaan WNI Diduga Kabur di Korsel

CNN Indonesia
Kamis, 23 Jul 2026 13:10 WIB
Kemlu RI menyatakan telah mengetahui keberadaan warga negara Indonesia (WNI) yang diduga kabur di Korea Selatan saat berwisata dengan rombongan. (iStockphoto/Derek Brumby)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Luar Negeri Indonesia menyatakan telah mengetahui keberadaan warga negara Indonesia (WNI) yang diduga kabur di Korea Selatan saat berwisata dengan rombongan.

Direktur Pelindungan WNI Heni Hamidah menyampaikan perkembangan tersebut dalam konferensi pers di Gedung Palapa, Kemlu, Jakarta, Kamis (23/7). Kemlu, kata dia, saat ini terus berkoordinasi dengan pihak berwenang Korsel.

"KBRI Seoul sudah menerima informasi yang berkembang di lapangan mengenai keberadaan oknum WNI ini," kata Heni.

Dia lalu berujar, "Tapi tentunya kami sedang berkoordinasi dengan pihak-pihak otoritas terkait untuk penanganan selanjutnya karena tentunya yang bersangkutan ini melanggar aturan keimigrasian dan sekarang statusnya sudah overstay tentunya ya."

Lebih lanjut, dia menekankan kebebasan masuk melalui group tour ini hanya berlaku selama 15 hari dan akan berakhir pada Desember.

Heni juga menyayangkan tindakan WNI yang menyalahgunakan fasilitas perjalanan dari Indonesia ke Korsel.

WNI diduga kabur di Korsel itu menjadi sorotan usai akun @sarjanabackpacker mengunggahnya di Threads kemudian dijadikan story di akun Instagramnya.

"Peserta tour kami kabur. Femas asal Madiun," demikian tulisan akun tersebut yang sudah discreen-capture akun lain.

Selama tur di Korsel, lanjut dia, F tak menunjukkan tanda-tanda yang mengganjal atau bahaya. Semua berjalan lancar dan seperti biasanya.

Lalu suatu malam, F menyatakan ingin jalan-jalan ke Myeongdong dan sejak saat itu dia menghilang tanpa jejak.

"Beliau berkata ingin melihat-lihat sepatu di Myeongdong. Lalu menghilang. Tidak pernah kembali ke hotel. Tidak pernah menjawab telepon," kata akun tersebut.

Pihak travel sudah berkoordinasi dengan pihak berwenang di Korsel, tetapi F masih belum ditemukan. Layanan tur ini juga sampai-sampai menghampiri keluarganya di Madiun, Jawa Timur. Namun, tak ada hasil.

Pemilik akun @sarjanabackpacker mengatakan insiden tersebut membuat nama travel rusak dan didenda hingga Rp125 juta.

"Kami bukan marah karena kehilangan satu peserta. Kami marah karena keputusan satu orang bisa membuat ratusan peserta berikutnya menjadi korban," tulis dia.

(isa/bac)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK