Trump Pede Negosiasi Damai dengan Iran Lanjut, Tapi Ditepis Teheran
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan optimisme atas kelanjutan kesepakatan perdamaian yang dinegosiasikan dengan Iran, setelah kedua pihak menghentikan serangan selama tiga hari berturut-turut.
Saling serang antara kedua musuh bebuyutan itu telah dihentikan sejak Jumat (24/7), setelah 13 malam serangan AS ke Iran yang dipicu kegagalan diplomasi atas blokade Iran di Selat Hormuz.
Namun Trump menyatakan harapan bahwa diplomasi terbaru nantinya dapat mengakhiri perang, yang sampai saat ini telah mengguncang kawasan hingga perekonomian global.
"Saya memiliki banyak kesabaran. Kita lihat saja apa yang terjadi," kata Trump di atas pesawat Air Force One.
"Saya pikir ada peluang bagus bahwa sesuatu dapat terjadi," imbuhnya, dikutip AFP.
Berbeda dengan pernyataan Trump, Iran membantah adanya pembicaraan dengan AS untuk mengakhiri konflik.
"Para mediator mungkin menyampaikan pesan dari pihak Amerika kepada kami mengenai perkembangan terkini di kawasan tersebut. Tetapi saat ini, kami tidak terlibat dalam negosiasi apa pun dengan AS," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei.
Namun pada pernyataan terpisah, Trump bersikeras bahwa saat ini kedua pihak sedang berdialog untuk membuat kesepakatan. Dia juga menyebut jika upaya ini gagal lagi, "kita akan kembali melakukan apa yang kita lakukan".
Trump juga menepis kekhawatiran yang beredar, yang menyebut persediaan amunisi AS menipis hampir lima bulan setelah perang dimulai.
"Kami memiliki banyak amunisi. Kami juga memiliki banyak amunisi kelas menengah, lebih dari yang bisa kami gunakan, apa pun yang terjadi," kata Trump.
(dna)