Trump Nyinyir ke Spanyol soal 50 Ribu Migran Serbu Ceuta

CNN Indonesia
Sabtu, 01 Agu 2026 17:45 WIB
Presiden AS Donald Trump memberikan komentar nyinyir kepada pemerintah Spanyol terkait puluhan ribu migran dari Maroko serbu Ceuta. (REUTERS/Stoyan Nenov)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan komentar nyinyir kepada pemerintah Spanyol terkait lebih dari 50 ribu migran dari Maroko serbu Ceuta, wilayah Spanyol di Afrika Utara.

Trump menggambarkan lonjakan migran di Ceuta sebagai peringatan bagi Amerika jika lawan-lawan Partai Republik berkuasa di AS.

Sekitar 60.000 migran telah menyeberang dari Maroko ke wilayah Ceuta yang kecil di Spanyol dalam 24 jam terakhir, kata presiden Ceuta pada hari Jumat. Jumlah tersebut merupakan angka yang setara dengan 70% dari populasi kota di Afrika Utara tersebut.

Meski demikian, pemerintah Spanyol memastikan bahwa lebih dari separuh dari migran ilegal itu telah kembali secara sukarela ke Maroko. Serbuan puluhan ribu migran dari Maroko itu secara tiba-tiba memicu kekacauan dan krisis kemanusiaan.

Trump kemudian ikut mengomentari krisis migrasi yang terjadi di Ceuta, Spanyol.

"Saya melihat Spanyol kemarin, dan saya menyaksikan bencana yang terjadi," kata Trump dalam pertemuan kabinetnya di tempat peristirahatan kepresidenan Camp David di Maryland, Jumat (31/7), dikutip dari France24.

"Ini tampak seperti invasi ke suatu negara oleh ratusan ribu orang, dan hal yang sama akan terjadi pada kita jika Partai Republik tidak terpilih, kecuali lebih buruk, jauh lebih besar," tuturnya lagi.

Trump tampaknya memanfatkan krisis migrasi di Ceuta untuk mendongkrak kembali elektabilitas dirinya dan Partai Republik di tengah tren yang terus menurun jelang pemilihan paruh waktu pada November.

Sejumlah jajak pendapat menunjukkan dukungan Trump telah anjlok ke kisaran 30 persen dan oposisi Demokrat berharap untuk memenangkan setidaknya kendali sebagian Kongres dalam pemilihan paruh waktu.

Rekaman berita tentang migran yang membanjiri pembatas untuk masuk ke Ceuta, wilayah kecil Spanyol di pantai Maroko, ditayangkan berulang kali di sejumlah media AS dan menjadi viral di akun media sosial sayap kanan pendukung Trump.

Muncul pula reaksi serupa dari berbagai pemimpin sayap kanan dan yang terkait dengan Trump di Eropa.

Pemimpin bersama partai sayap kanan Alternatif untuk Jerman (AfD), Alice Weidel, mengeklaim dalam sebuah unggahan X bahwa "Ceuta hancur dalam semalam" oleh masuknya migran massal dari Maroko.

Ia berpendapat bahwa Jerman "kemungkinan besar menjadi tujuan sebagian besar migran ini."

"Jerman harus mempersiapkan diri: perbatasan harus diamankan dan penolakan harus ditegakkan secara ketat," tulis Weidel, yang partainya didukung oleh pejabat tinggi Trump.

(bac)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK