Zelensky Kena Prank, Trump Batal Beri Lisensi Rudal Patriot ke Ukraina
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengurungkan niatnya untuk memberikan lisensi teknologi produksi rudal pertahanan udara AS, Patriot, ke Ukraina.
Keputusan itu disampaikan Trump, beberapa hari setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menemuinya di Gedung Putih, pada pekan lalu. Sontak, pernyataan Trump itu seolah mengerjai Zelensky yang sudah menemuinya di Washington DC.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pertemuan itu, Zelensky secara terbuka meminta langsung kepada Trump untuk memberikan lisensi rudal Patriot kepada Ukraina sehingga bisa diproduksi sendiri oleh Kyiv.
Namun, Trump kemudian menegaskan "tidak setuju" dengan permintaan tersebut, dikutip dari CNBC News.
Ia mengatakan dalam rapat kabinet di Camp David bahwa teknologi militer canggih itu "sulit untuk diberikan begitu saja."
Trump menambahkan bahwa negara yang menerima akses ke teknologi senjata itu "suatu hari nanti bisa berbalik melawan Anda."
"Anda harus sangat berhati-hati," kata Trump. Ia mengatakan AS dan Ukraina masih "membicarakannya."
Komentar terbaru Trump tentang perang di Eropa Timur muncul tiga hari setelah ia berbicara di Gedung Putih dengan Zelensky. Ia sempat mengatakan para pemimpin telah mengadakan "pertemuan yang baik" tentang lisensi Patriot.
Saat itu pun Zelensky mengatakan bahwa Trump telah sepakat untuk memberikan lisensi rudal Patriot kepada Ukraina.
Perubahan sikap Trump ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran AS akan stok senjata canggihnya yang semakin berkurang, termasuk rudal Patriot karena terus digunakan untuk memerangi Iran.
Kurang dari tiga pekan sebelumnya di Konferensi Tingkat Tinggi NATO, Trump mengatakan langsung kepada Zelensky bahwa AS akan mengabulkan permintaannya.
"Kami akan memberi Anda lisensi untuk membuat Patriot," kata Trump saat itu.
Namun, ia menambahkan "kami belum memberi tahu perusahaan itu tentang hal itu," kemungkinan merujuk pada kontraktor pertahanan Lockheed Martin atau RTX, yang keduanya memproduksi sistem rudal tersebut.
Pada Kamis pekan lalu, Trump mengatakan kepada Financial Times bahwa ia "tidak yakin" apakah ia akan menindaklanjuti dengan mengizinkan Kyiv untuk membangun "senjata luar biasa" tersebut.
Kedutaan Besar AS di Ukraina tidak segera menanggapi permintaan CNBC untuk komentar tentang pernyataan terbaru Trump.
Zelensky mengatakan sistem Patriot sangat penting bagi kemampuan Ukraina untuk mencegat rudal balistik yang diluncurkan Rusia. Tetapi bahkan jika Ukraina mendapat lampu hijau untuk mulai memproduksi Patriot, mungkin masih bertahun-tahun sebelum senjata yang mahal dan sangat kompleks itu benar-benar diproduksi di sana.
(bac)[Gambas:Video CNN]


