Bantah Ocehan Trump, Iran Pastikan Tak Ada Negosiasi Baru dengan AS

CNN Indonesia
Senin, 03 Agu 2026 18:10 WIB
Iran's foreign ministry spokesman Esmaeil Baghaei holds a weekly press conference in Tehran on October 28, 2024. Israel on October 26 launched air strikes on military sites in Iran, risking further regional escalation more than a year into the Gaza w
Jubir Kemlu Iran bantah ada negosiasi damai baru dengan Amerika Serikat. Foto: AFP/ATTA KENARE
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan saat ini tidak ada negosiasi perdamaian dengan Amerika Serikat. Iran hanya menyebut pembicaraan yang sedang berlangsung adalah dengan Oman, soal pengelolaan Selat Hormuz.

"Saat ini kami tidak bernegosiasi dengan Amerika Serikat," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei.

"Negosiasi kami adalah dengan Oman untuk mengamankan jalur melalui Selat Hormuz," imbuh Baghaei dalam konferensi pers mingguan, seperti dikutip AFP.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baghaei menggambarkan pembicaraan dengan Oman sangat "konstruktif", dan bertujuan untuk mencapai kesepakatan soal rute baru di Selat Hormuz.

"Kami berharap bahwa aktor regional dan ekstra-regional akan menghargai langkah bertanggung jawab Iran ini dan mengadopsi pendekatan yang konstruktif," imbuhnya.

Pernyataan Kemlu Iran berbeda dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut negosiasi baru akan dimulai hari ini, Senin (3/8).

Trump menyampaikan komentar itu kepada awak media di pesawat kepresidenan Air Force, Minggu. Dia hendak menuju Pangkalan Gabungan Andrews di Maryland. Kabar ini muncul terlepas peperangan yang kembali memanas antara AS dan Iran selama beberapa pekan terakhir meski keduanya sudah menyepakati gencatan senjata.

"Jelas, mereka tak ingin diserang. Mereka tahu skala serangan karena mereka melihatnya," kata Trump, dikutip AFP.

Dia lalu berujar, "Sekarang yang kami lakukan adalah berbicara dengan mereka dalam bentuk negosiasi. Dimulai besok [Senin] sore."

Lebih lanjut, Trump mengatakan AS membatalkan serangan besar-besaran ke Iran usai berbicara dengan Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Iran. Negara-negara itu, kata dia, juga tak menginginkan serangan masif.

(dna)