Gudang Senjata Militer Irak Terbakar Gara-gara Suhu Panas Ekstrem

CNN Indonesia
Selasa, 04 Agu 2026 05:15 WIB
ilustrasi ledakan
Ilustrasi. Foto: istockphoto/THEGIFT777
Jakarta, CNN Indonesia --

Gudang senjata di pangkalan militer utama Irak terbakar imbas suhu ekstrem pada Minggu (2/8). Juru bicara Kementerian Pertahanan Irak Yehia Rasool mengatakan gudang itu berisi amunisi milik divisi lapis baja ke-9.

"Kebakaran terjadi di gudang di Kamp Taji akibat suhu tinggi," kata Rasool, dikutip New Arab.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, menurut laporan media keamanan pemerintah ledakan terjadi di Kamp Taji "dan beberapa amunisi meledak karena panas." Sejauh ini tak ada laporan korban tewas maupun korban luka imbas kebakaran tersebut.

Kamp Taji adalah pangkalan militer utama Irak yang sebelumnya menampung pasukan koalisi anti-ISIS pimpinan Amerika Serikat. Pangkalan ini berada sekitar 27 kilometer dari utara Baghdad.

Ledakan di pangkalan militer dan gudang senjata kerap terjadi di Irak karena berbagai faktor. Beberapa di antaranya standar keselamatan yang diabaikan dan faktor eksternal seperti suhu yang mencapai 50 derajat Celsius.

Dalam beberapa waktu terakhir, gelombang panas menerjang sejumlah wilayah di Irak. Badan Meteorologi dan Seismologi bahkan mewanti-wanti gelombang panas bisa melanda negara tersebut selama beberapa hari mendatang.

Badan itu juga memperkirakan cuaca bisa menembus hingga 50 derajat Celsius di sekitar lima provinsi di Irak, demikian dikutip Kurdistan24.

Wilayah seperti Baghdad, Babylon, Saladin, Wasit, Karbala, dan Diwaniyah diperkirakan akan mencatat suhu 49 derajat Celsius. Sementara itu, wilayah Najaf, Muthanna, Maysan, Dhi Qar, dan Basra suhu tertinggi diprediksi mencapai 50 derajat Celsius. Lalu di Diyala mencapai 48 derajat Celsius dan 47 derajat Celsius di Nineveh dan Anbar.

Gelombang panas yang berkepanjangan bisa meningkatkan risiko kebakaran, kerusakan infrastruktur, dan insiden terkait panas lain di Irak.

(isa/dna)