CNN Indonesia

Internasional
      
      
      
      
      
      

Search History

      Maroko Buka Suara soal Ribuan Warganya Terobos Masuk Ceuta Spanyol

      CNN Indonesia
      Senin, 03 Agu 2026 22:00 WIB
      Members of the Royal Moroccan Navy patrol on the Moroccan side of the floating barrier off the border with Morocco, following mass crossings of migrants on foot and by sea from Morocco into Spanish territory, as seen from Ceuta, Spain, August 2, 2026
      Pemerintah Maroko buka suara usai puluhan ribu warganya masuk Ceuta Spanyol secara ilegal. Foto: REUTERS/Violeta Santos Moura
      Jakarta, CNN Indonesia --

      Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) Maroko buka suara usai puluhan ribu migran dari negara tersebut berenang menyeberang ke wilayah Ceuta milik Spanyol.

      Dalam pernyataan resmi, Kemdagri Maroko menyebut gelombang migrasi di Ceuta, Afrika Utara, dipicu oleh disinformasi di media sosial, aktivitas jaringan perdagangan orang, serta kesalahan tafsir pada putusan Mahkamah Agung (MA) Spanyol baru-baru ini.

      Pada 8 Juli, MA Spanyol menyatakan bahwa migran yang dicegat di laut tidak bisa dikembalikan ke negara asal begitu saja. Putusan ini tidak berlaku bagi mereka yang memasuki Spanyol melalui jalur darat.

      Menurut Kemdagri Maroko, karena hal tersebut, sekitar 40 ribu orang nekat masuk lewat jalur laut ke wilayah otonom milik Spanyol.

      Pernyataan Kemdagri Maroko ini disampaikan setelah Uni Eropa ribut gegara puluhan ribu migran memaksa masuk ke Spanyol via Ceuta. Aksi itu terjadi pada Rabu hingga Jumat pekan lalu.

      Menurut catatan Kemdagri Spanyol, sekitar 50 ribu migran tercatat berusaha memasuki wilayah mereka. Sebanyak 72 orang tewas, mayoritas karena tenggelam.

      Sebanyak 22 negara Uni Eropa kompak mengutuk migrasi massal ini karena dianggap menciptakan persepsi bahwa masuk secara ilegal ke Eropa diperkenankan.

      Italia bahkan mengambil langkah tegas dengan menangguhkan kebijakan perbatasan terbuka Schengen dengan Spanyol. Madrid mengutuk langkah tersebut.

      Prancis dan Portugal juga langsung menambah pasukan dan memperketat perbatasan baik di darat maupun maritim.

      Kemdagri Spanyol sementara itu menyatakan bahwa per Sabtu (1/8), "hampir semua" migran sudah dikembalikan ke Maroko dan situasi di Ceuta kembali normal.

      (blq/dna)