India Sukses Uji Tembak Rudal Hulu Ledak Nuklir Jangkauan 4.000 Km
India, salah satu negara pemilik senjata nuklir di dunia, telah merampungkan uji tembak rudal hulu ledak nuklir terbaru yang diberi nama Agni-4 pada Kamis (6/8).
Agni-4 memiliki jangkauan serang hingga 4.000 kilometer, yang dibungkus lapisan baja luar yang bisa menahan suhu hingga 3000 derajat Celsius. D
Dari lokasi peluncurannya di Integrated Test Range, Chandipur, lepas pantai Odisha, rudal ini mampu menjangkau China, Asia Tenggara, Asia Tengah hingga Asia Barat, seperti dilaporkan Times of India.
"Uji coba itu dilakukan di bawah naungan Komando Pasukan Strategis (SFC)," bunyi pernyataan resmi Kementerian Pertahanan.
Menteri Pertahanan Rajnath Sing mengatakan, Komando Pasukan Strategis berhasil meluncurkan Agni-4 dan berterima kasih kepada para ilmuwan.
"Peluncuran yang sempurna ini menegaskan kembali komitmen India untuk membela negara dengan teknologi canggih,"katanya.
Komando Pasukan Strategis (SFC) adalah bagian dari Otoritas Komando Nuklir (NCA) India, yang memiliki tanggung jawab secara administratif dan penyediaan nuklir taktis dan strategis negara.
Dikembangkan oleh DRDO, Agni-4 mampu membawa muatan nuklir dan konvensional serta berperan sebagai pilar utama triad nuklir India dan postur pencegahan strategis.
Rudal ini merupakan sistem propelan padat dua tahap, dengan kapasitas muatan 1.000 kilo dan diluncurkan dari peluncur tandem bergerak yang memungkinkan penyebaran cepat dan daya tahan tinggi terhadap serangan pendahuluan.
Rudal dua tahap ini, yang sebelumnya bernama Agni-II Prime, merupakan turunan dari rudal balistik jarak menengah Agni-II dengan jangkauan yang lebih jauh. India telah melakukan uji terbang Agni-IV sebanyak delapan kali sejak uji coba pertamanya pada tahun 2010.
India memulai uji coba senjata nuklir pertamanya pada 18 Mei 1974 melalui uji coba berkode Smiling Buddha (Buddha Tersenyum).
Namun, negara ini baru secara resmi mendeklarasikan diri sebagai kekuatan pemilik senjata nuklir setelah rangkaian uji coba lanjutan pada Mei 1998.
(imf/dna/bac)