Aviasi Malaysia Beber Pilot Cuti 2 Hari saat Bawa Narkoba ke RI
Malaysia Aviation Group (MAG) menyatakan pilot Malaysia Airlines yang ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta, Indonesia, karena menyelundupkan narkoba tidak sedang bertugas saat penangkapan terjadi.
Sang pilot disebut sedang dalam masa cuti dan duduk di kursi kokpit sebagai pengamat selama pesawat lepas landas.
"Individu yang bersangkutan juga sedang tidak bertugas selama dua hari sebelum insiden terjadi," demikian pernyataan MAG, seperti dikutip Sinar Harian, Jumat (7/8).
MAG menekankan bahwa pesawat Malaysia Airlines MH727 yang dinaiki sang pilot dioperasikan dengan aman oleh dua pilot yang memenuhi syarat untuk mengoperasikan penerbangan.
"Namun, tindakan individu terkait sama sekali tidak dapat diterima dan bertentangan dengan standar profesional yang ditetapkan untuk staf," demikian pernyataan MAG, seperti dikutip Berita Harian.
Pilot Malaysia Airlines bernama Mohd Saufi bin Othman ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta pada Selasa (28/7) karena menyelundupkan 25 kg narkotika jenis sabu dan ekstasi.
Pria berusia 39 tahun tersebut ditangkap di pintu masuk Terminal 3 setelah petugas Bea Cukai menemukan 14 paket besar berisi 70 ribu pil ekstasi dan satu paket berisi sabu dari dalam kopernya saat melakukan pemeriksaan X-ray.
Dalam pemeriksaan, Mohd Saufi, yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka, mengaku diperintahkan seseorang untuk membawa sabu ke Jakarta dengan imbalan sebesar RM50.000.
Lihat Juga : |
Pengembangan kasus kemudian mengungkap bahwa tersangka membawa botol kecil berisi urine, diduga untuk antisipasi apabila sewaktu-waktu dilakukan pemeriksaan narkoba. Botol ini belum dipakai ketika Mohd Saufi diminta menjalani tes urine.
Hasil tes urinenya sendiri menunjukkan ia positif mengonsumsi tiga jenis narkotika, yakni sabu, ekstasi, dan kokain.
Menurut otoritas Malaysia, tersangka melewati pemeriksaan berlapis di Bandara Internasional Kuala Lumpur sebelum bertolak ke Jakarta.
MAG telah mengumukan pihaknya mengambil sejumlah langkah untuk memperkuat keamanan, dengan menerapkan pemeriksaan narkoba wajib untuk semua pilot Malaysia Airlines serta awak kabin buntut kasus ini.
MAG juga bakal melakukan penyaringan ketat terhadap semua pilot aktif untuk mencegah hal serupa.
Para pilot nantinya akan diminta mengikuti tes IMSAFER untuk menilai tingkat kesiapan fisik dan mental mereka dalam menjalankan tugas. Daftar pemeriksaan ini mencakup penilaian terhadap penyakit, pengobatan, stres, alkohol, kelelahan, emosi, hingga frekuensi pelatihan.
(blq/bac)