Trump-Netanyahu Mulai Retak, Israel Akan Perangi Iran Sendirian?

CNN Indonesia
Sabtu, 08 Agu 2026 17:00 WIB
US President Donald Trump (R) greets Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu (L) upon arrival at Trumps Mar-a-Lago residence in Palm Beach, Florida, on December 29, 2025. (Photo by Jim WATSON / AFP)
Para pengamat buka suara mengenai potensi Israel perangi Iran sendirian menyusul retaknya hubungan Trump dan Netanyahu. (AFP/JIM WATSON)

Dilansir dari Al Jazeera, para pengamat mengatakan perang AS-Israel vs Iran saat ini dapat dikategorikan gagal total.

Rezim Teheran sejauh ini belum mampu digulingkan, serta belum ada tanda-tanda kendali Selat Hormuz jatuh ke tangan AS.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perang melawan Iran adalah bencana strategis," kata Ahron Bregman, analis keamanan Israel dan pengajar di Departemen Studi Perang di King's College London.

"Tidak ada satu pun tujuan awal AS-Israel yang tercapai... Trump sangat ingin keluar, mungkin rela dengan harga berapa pun. Dia saat ini cuma peduli untuk membuka kembali selat," ucapnya.

Kobi Michael, peneliti senior di Institut Keamanan Nasional Misgav Israel, juga menyatakan bahwa perang ini kegagalan total bagi Israel.

[Gambas:Video CNN]

Kendati demikian, ia menilai Israel masih ingin membuktikan diri mengingat masalah mereka ada pada ancaman Iran dan proksinya di Timur Tengah.

"Israel hanya bisa memiliki satu strategi, yaitu menyerang langsung kepala gurita yang mengancam peradaban global dan melakukannya sendirian, jika perlu," ujar Michael.

Menurut Michael, Israel masih merasa bahwa "Iran tetap nyaris mencapai kapasitas nuklir dan telah menunjukan kemampuannya untuk terus memproduksi rudal balistik dan memasok pasukan proksinya di kawasan tersebut."

"Strategi Israel jelas," ucap dia.

Kendati demikian, pandangan berbeda diutarakan penulis dan mantan diplomat AS, Aaron David Miller.

Bagi Miller, Netanyahu tidak mungkin beraksi sendirian melawan Iran karena hal tersebut berpotensi membahayakan warisannya, serta akan mengacaukan pemilihan umum di negara itu.

"Hal seperti itu mungkin terjadi jika Iran atau Hizbullah menyerang Israel secara langsung. Tetapi pembicaraan tentang Israel menyerang Iran sekarang, ketika negosiasi AS sudah hampir mencapai kesimpulan, adalah hal yang mustahil," kata Miller.

(blq/chri)

HALAMAN:
1 2