Netanyahu Tolak 15 Poin Rencana Damai Gaza Usulan Board of Peace Trump

CNN Indonesia
Senin, 10 Agu 2026 06:05 WIB
PM Israel Netanyahu tolak rencana perdamaian Board of Peace usulan Trump di Jalur Gaza. Foto: AFP/HANDOUT
Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan Israel menolak rencana Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) buatan Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal perdamaian di Jalur Gaza, dan tidak akan menarik militernya sampai kelompok Hamas melucuti senjata secara penuh.

"Israel menolak dokumen 15 poin tersebut," kata PM Netanyahu dalam rapat Kabinet Israel pada Minggu (9/8).

"Militer Israel tidak akan melakukan penarikan pasukan apa pun, sampai Hamas benar-benar melucuti senjatanya, dan akan terus menggagalkan ancaman terhadap pasukan serta warga kami," imbuh Netanyahu.

Dia mengatakan Israel sedang berbicara dengan AS soal masalah ini. Meski demikian hingga saat ini belum ada tanggapan dari Gedung Putih maupun Trump.

"Mereka memiliki gagasan-gagasan, sebagian dapat kami terima dan sebagian tidak, dan kami tahu bagaimana harus bersikap tegas dalam hal-hal ini," ujar Netanyahu.

Di depan kabinetnya, Netanyahu juga bersumpah bahwa selama dia masih menjabat sebagai PM Israel, maka "tidak akan ada negara Palestina yang berdiri". Dia juga menegaskan Israel tidak akan mematuhi rencana yang didukung AS tersebut.

"Keinginan Israel akan pelucutan senjata yang nyata, bukan pelucutan senjata yang semu, yang berarti penyingkiran seluruh persenjataan, termasuk senjata ringan," lanjut Netanyahu.

Hamas buka suara

Meski Netanyahu telah menolak rencana perdamaian Dewan Perdamaian bentukan Trump, namun Hamas dalam pernyataan menyatakan tetap berkomitmen untuk melaksanakan rencana itu sepenuhnya.

Hamas juga mendesak para mediator dan negara penjamin untuk "menjalankan tanggung jawab mereka", serta mencegah segala bentuk pelanggaran yang dapat menggagalkan proses itu.

"Kami mengharapkan para mediator dan pihak penjamin dari AS untuk menekan Netanyahu dan pemerintahannya agar mematuhi peta jalan tersebut, serta tidak menghambat prosesnya demi alasan politik internal maupun pemilu," kata anggota biro politik Hamas, Bassemm Naim, kepada AFP.

Pada 30 Juli lalu, Trump mengumumkan kesepakatan "bersejarah", yang mencakup pelucutan senjata sepenuhnya terhadap Hamas dan semua kelompok bersenjata lainnya di Jalur Gaza.

Kesepakatan itu merupakan hasil kerja Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang dipimpin AS yang diresmikan pada Februari 2026 dan beranggotakan sekitar 40 negara.

BoP telah mengusulkan rencana 15 poin terkait perdamaian di Jalur Gaza. Salah satu poin utama dari rencana itu adalah pelucutan senjata Hamas, lokasi produksi militer, gudang senjata, serta jaringan terowongan luas milik milisi tersebut.

(dna)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK