Menteri Malaysia: Scanner Bandara Kami Canggih, Bisa Deteksi Narkoba

CNN Indonesia
Senin, 10 Agu 2026 14:25 WIB
Bandara Internasional Kuala Lumpur. (istockphoto/teamtime)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Dalam Negeri Malaysia, Saifuddin Nasution Ismail, memastikan mesin scanner atau pemindai yang berada di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) sepenuhnya mampu mendeteksi barang terlarang seperti narkoba.

Pernyataan itu diungkap Saifuddin untuk merespons penangkapan pilot Malaysia Airlines Mohd Saufi bin Othman di Bandara Soekarno-Hatta karena diduga menyelundupkan 70 ribu butir pil ekstasi.

Saifuddin mengatakan pemeriksaan bagasi di KLIA dilakukan oleh pihak Keamanan Penerbangan (Aviation Security), dengan dibantu oleh polisi tambahan dari Malaysia Airports Holdings, sesuai dengan standar internasional yang ditetapkan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO).

Namun, protokol pemeriksaan lebih menitikberatkan pada deteksi senjata, termasuk senjata api, benda tajam, dan bahan peledak. Saifuddin mengakui terdapat celah dalam prosedur deteksi barang terlarang, meskipun secara teknis mesin-mesin tersebut mampu mendeteksi narkoba.

"Ini adalah kasus penyelundupan barang terlarang. Masalahnya bukan terletak pada keterbatasan kemampuan mesin pemindai. Kami telah menerima penjelasan dari Direktur Jenderal Badan Pengendalian dan Perlindungan Perbatasan Malaysia, Datuk Seri Mohd Shuhaily Mohd Zain, bahwa mesin pemindai kita memiliki kemampuan penuh," ujar Saifuddin dikutip dari New Straits Times.

"Hanya saja, cakupan pemeriksaan selama ini lebih difokuskan pada senjata. Jadi, meskipun barang terlarang terdeteksi, ini merupakan aspek yang perlu ditingkatkan, khususnya terkait keahlian petugas yang melakukan pemeriksaan," ujarnya menambahkan.

Lebih lanjut, Saifuddin tidak menutup kemungkinan pihak Malaysia akan mengganti mesin scanner di bandara dengan mesin yang lebih baru dan lebih canggih.

"Apakah kita akan terus menggunakan mesin yang ada saat ini di masa mendatang? Tentu saja tidak," ucapnya.

"Tersedia beragam peralatan yang lebih canggih untuk sistem pemeriksaan pintu masuk bandara dengan kemampuan yang jauh lebih tinggi, jadi kami senantiasa terbuka untuk mengadopsi jenis peralatan baru," ujar Saifuddin.

Pihak Malaysia sendiri menganggap insiden tertangkapnya pilot Mohd Saufi bin Othman karena kasus narkoba merupakan masalah serius. Bahkan Raja Malaysia Sultan Ibrahim Iskandar memerintahkan pihak berwenang memperketat pengawasan di seluruh bandara hingga perbatasan negaranya.

"Tidak seorang pun boleh lolos dari tindakan hukum jika mereka benar-benar terbukti bersalah. Yang terpenting adalah hal-hal seperti ini tidak boleh terjadi lagi," ujar Sultan Ibrahim dalam keterangan resmi.

(har/bac)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK