Petugas Imigrasi AS Bakal Dibekali Sarung Tangan Setrum
Petugas Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat akan dibekali sarung tangan yang dapat memberikan sengatan listrik untuk membantu antisipasi jika ada konfrontasi saat bertugas.
Dikutip dari CNN, Petugas Imigrasi dan Bea Cukai (US Immigration and Customs Enforcement/ICE) berencana menghabiskan hingga US$20 juta untuk membeli ribuan sarung tangan tersebut. Pengiriman ditargetkan paling lambat Maret 2027.
Sarung tangan bernama GLOVE (Generated Low Output Voltage Emitter) itu diproduksi Compliant Technologies LLC di Lexington, Kentucky.
Alat itu bekerja seperti sarung tangan biasa hingga petugas menekan sakelar untuk mengaktifkan aliran listrik.
Menurut produsennya, sarung tangan harus ditempelkan langsung ke kulit dan dapat menimbulkan rasa sakit yang membuat seseorang patuh dalam hitungan detik.
"Sensasinya langsung dan tajam, dan akan mengalihkan perhatian Anda. Saya menyebutnya seperti sengatan lebah," kata Presiden Lembaga Pencegahan Kematian dalam Tahanan (Institute for the Prevention of Deaths in Custody), John Peters yang dikutip dalam The Guardian.
Perusahaan mengklaim alat tersebut tidak meninggalkan luka bakar atau bekas luka.
Alat itu juga tidak boleh digunakan sebagai hukuman terhadap kelompok berisiko tinggi, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas berat.
Namun, rencana penggunaan GLOVE menuai kekhawatiran dari kelompok hak sipil. Persatuan Kebebasan Sipil Amerika (American Civil Liberties Union/ACLU) mempertanyakan penggunaan alat tersebut dalam penegakan hukum imigrasi sipil, terutama di tengah kritik terhadap penggunaan kekerasan oleh petugas imigrasi AS.
Sarung tangan GLOVE sebelumnya telah digunakan di sejumlah penjara di AS.
Sementara itu, John Peters menilai alat itu untuk membantu petugas menghadapi individu yang melakukan perlawanan.
(mge/bac)