Profil Karoline Leavitt, Sekretaris Pers Trump yang Ajukan Resign

CNN Indonesia
Kamis, 13 Agu 2026 14:10 WIB
White House Press Secretary Karoline Leavitt (C) walks to speak to the press outside the West Wing at the White House on October 16, 2025 in Washington, DC. (Photo by Oliver Contreras / AFP)
Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt umumkan pengunduran diri. Foto: AFP/OLIVER CONTRERAS
Jakarta, CNN Indonesia --

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengajukan resign dari jabatannya. Lewat unggahan di media sosial pribadinya, Leavitt menyampaikan keputusannya mundur karena ia ingin menghabiskan waktu dengan anak-anaknya.

Leavitt baru saja melahirkan anak keduanya pada 1 Mei lalu. Ia berujar ingin memulai babak baru dalam hidupnya sebagai seorang ibu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menjadi seorang ibu dan menyambut bayi baru sambil bekerja di salah satu pekerjaan paling menuntut di dunia merupakan masa paling berharga sekaligus paling menantang dalam hidup saya, setidaknya begitulah," tulisnya pada Kamis (13/8).

"Sejujurnya, sejak kembali ke Gedung Putih setelah kelahiran putri saya, saya merasa dalam hati bahwa saya tidak dapat menjadi ibu terbaik yang pantas diterima oleh kedua anak saya yang masih kecil sambil terus mencurahkan waktu, energi, dan perhatian yang dibutuhkan sebagai Sekretaris Pers Gedung Putih. Dan itulah mengapa saya akhirnya membuat keputusan berat untuk meninggalkan Gedung Putih dan memulai babak baru dalam hidup saya," lanjutnya.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada hari yang sama mengumumkan pengunduran diri Leavitt. Trump mengaku memahami dan menghormati keputusan staf kepercayaannya tersebut.

"Sekretaris Pers kami yang luar biasa, dan salah satu orang kepercayaan saya, Karoline Leavitt, akan meninggalkan tugasnya akhir bulan ini, agar ia bisa menghabiskan lebih banyak waktu bersama putri cantiknya dan keluarganya," ujar Trump di Truth Social.

"Ini merupakan keputusan yang sepenuhnya saya pahami dan hormati," lanjut Trump.

Trump mengatakan Leavitt akan menjadi salah satu penasihat luar terbaik baginya dan tetap menjadi suara berpengaruh di Partai Republik.

Profil Karoline Leavitt

Karoline Leavitt merupakan sekretaris pers Gedung Putih termuda dalam sejarah sekaligus sekretaris pers pertama yang pernah hamil. Usianya saat memasuki Gedung Putih yakni 27 tahun.

Leavitt merupakan kelahiran New Hampshire, AS, pada 24 Agustus 1997. Ia pernah mengenyam pendidikan di Saint Anselm College dan menyandang gelar di bidang politik dan komunikasi.

Leavitt merupakan salah satu orang kepercayaan Trump. Ia bergabung dengan tim kampanye Trump pada pemilihan presiden 2024 lalu dan menjadi juru bicara transisi Trump, sebelum akhirnya ditunjuk sebagai sekretaris pers Gedung Putih.

Leavitt sangat menghormati dan membela Trump. Di berbagai kesempatan, ia kerap mengecam jurnalis dan media-media yang menjelekkan Trump dengan menyebutnya "bias".

Leavitt juga selalu membantah tuduhan Partai Demokrat terhadap Trump, dengan menyebut klaim mereka "palsu".

Dilansir dari The Guardian, Trump sering memuji Leavitt sebagai komunikator yang efektif dan mampu menarik perhatian. Ia pernah mengatakan kepada Newsmax bahwa Leavitt "telah menjadi bintang. Wajahnya, otaknya, bibirnya. Cara bibirnya bergerak layaknya senapan mesin."

Selama menjabat, Leavitt sudah berulang kali menuai polemik karena komentar dan pernyataannya. Salah satunya, ketika ia mengkritik anak muda generasi Z yang dinilai terbiasa "mendapat segalanya dengan mudah".

"Sayangnya, memang begitu, karena generasi ini, generasi saya-saya benci mengatakannya-Generasi Z dan mereka yang lebih muda dari saya, dibesarkan dengan kemewahan sejak kecil," ucapnya kepada Fox News.

Setelah dikecam, Leavitt membela diri dengan menyebut para kritikus salah menafsirkan komentarnya, dan mengatakan bahwa "banyak warga Amerika Generasi Z" adalah pekerja keras, berjiwa wirausaha, dan sangat patriotik.

(blq/dna)