Daftar Perjalanan Rahasia Para Presiden AS kala di Bawah Ancaman
CNN Indonesia
Jumat, 14 Agu 2026 07:35 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Berikut beberapa perjalanan rahasia yang pernah dilakukan presiden-presiden AS di masa lalu. (REUTERS/Pool)
Jakarta, CNN Indonesia --
Aksi Presiden Amerika SerikatDonald Trump mengganti diam-diam pesawat kepresidenannya saat meninggalkan Turki bulan lalu telah menarik perhatian masyarakat global.
Publik baru-baru ini mengetahui bahwa Trump beralih pesawat dari Air Force One ke pesawat militer kecil saat pulang dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO pada 8 Juli karena khawatir dengan ancaman rudal Iran.
Penggantian pesawat tersebut cukup kompleks karena melibatkan pemasangan kamera yang menyiarkan Trump menaiki Air Force One seperti biasa. Truk kontainer katering juga ikut dalam skenario, karena dipakai untuk memindahkan Trump secara diam-diam ke pesawat lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemindahan Trump ke pesawat militer ini juga melibatkan ketidaktahuan pers dan staf AS yang ikut serta dalam rombongan.
Tidak ada satu pun wartawan dan staf yang tahu bahwa pesawat yang mereka naiki tidak membawa serta sang Presiden.
Selama berada di pesawat, pers diminta menutup tirai jendela, tanpa pemberitahuan bahwa pesawat mereka terancam serangan rudal.
Tirai jendela tertutup, ponsel disita, peringatan keras terhadap kebocoran informasi, serta topi baseball yang menutupi wajah presiden adalah ciri khas perjalanan rahasia dan tanpa pemberitahuan yang dilakukan oleh presiden Amerika Serikat ke zona perang dan daerah berisiko tinggi.
Praktik ini sudah berlangsung selama beberapa dekade.
Namun, protokol yang berlaku yaitu staf dan rombongan pers yang mendampingi presiden diberitahu lebih dulu tentang perjalanan berisiko tersebut dan diwajibkan untuk merahasiakannya. Mereka dapat memilih untuk tidak ikut jika mereka mau.
Menurut seorang sumber yang diberitahu tentang perjalanan rahasia Trump, hal ini tidak diterapkan kepada pers dan staf pada 8 Juli karena sifat ancaman yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Hanya sebagian kecil pejabat yang mengetahui operasi rumit ini, salah satunya Menteri Pertahanan Pete Hegseth.
Reuters mencoba merangkum beberapa perjalanan rahasia yang pernah dilakukan presiden-presiden AS di masa lalu.
George W Bush ke Baghdad, Irak
Pada November 2003, Presiden George W. Bush ditampilkan seolah sedang makan malam Thanksgiving di peternakannya di Crawford, Texas.
Gedung Putih mempublikasikan menu santap malam untuk Presiden, antara lain kalkun organik, isian roti jagung, hingga pai pecan Prairie Chapel.
Faktanya, Bush tidak berada di sana. Dengan mengenakan topi baseball yang menutup wajahnya, ia diam-diam terbang dengan Air Force One ke Pangkalan Gabungan Andrews di dekat Washington, meninggalkan sejumlah besar wartawan yang ditugaskan meliput setiap gerakannya.
Ketika itu, alasan pesawat diterbangkan yakni untuk pemeliharaan.
Publik tak tahu bahwa pesawat itu meluncur ke hanggar Air Force One di Andrews, dan Bush bergegas naik ke pesawat lain yang lepas landas menuju Baghdad, Irak, dengan lampu dimatikan dan tirai jendela tertutup.
Awak pesawat mengambil perangkat elektronik wartawan untuk sementara waktu guna mencegah kebocoran informasi.
Di dalam pesawat, terdapat beberapa staf dan pers berjumlah 13 orang yang telah diberitahu tentang perjalanan tersebut beberapa hari sebelumnya dan diperingatkan bahwa jika berita itu bocor, pesawat akan diputar balik di tengah penerbangan. Perjalanan itu nyatanya tidak bocor.
Bush berhasil menghabiskan waktu bersama pasukan di pangkalan AS di Baghdad. Para wartawan juga akhirnya diizinkan melaporkan berita tersebut setelah pesawat dalam perjalanan pulang dan keluar dari zona bahaya.
Berlanjut ke sebelah...
Bill Clinton ke India dan Islamabad
Pada 2000, Presiden Bill Clinton melakukan perjalanan ke India dan Pakistan yang dijadwalkan terbang dengan Air Force One dari Mumbai ke Islamabad.
Namun, saat itu kekhawatiran soal keamanan perjalanan muncul di tengah ketegangan hubungan AS-Pakistan.
Clinton ketika itu hendak bertemu dengan Jenderal Pervez Musharraf, yang telah merebut kekuasaan melalui kudeta di Pakistan setahun sebelumnya.
Sebuah laporan hari itu menyebut Clinton diam-diam melewati bagian depan pesawat C-17 raksasa dan menuju sepasang jet militer kecil yang diparkir di sisi lain.
Salah satu jet berwarna putih tanpa tanda. Sementara jet lainnya memiliki tanda USA seperti pada Air Force One.
Clinton terlihat menaiki jet putih untuk terbang ke Islamabad.
Pada Memorial Day tahun 2014, Presiden Barack Obama melakukan kunjungan mendadak ke pangkalan udara Bagram di Afghanistan.
Kunjungan itu telah direncanakan selama beberapa minggu dan dirahasiakan karena alasan keamanan.
Gedung Putih saat itu membentuk kelompok pers kecil beberapa hari sebelum Obama berangkat.
Setibanya di Afghanistan, sambil mengenakan jaket bomber Air Force One, Obama mengatakan kepada 3.000 prajurit di sana bahwa ia sedang berada di sekitar dan kepikiran untuk mampir.
Kunjungan Obama ini semata-mata dilakukan untuk berterima kasih kepada pasukan di zona perang.
Pada Natal 2018, Trump dan istrinya, Melania, melakukan kunjungan kejutan kepada pasukan AS di Irak.
Itu merupakan perjalanan pertamanya ke zona konflik, setelah hampir dua tahun menjabat presiden. Kunjungan itu juga dilakukan beberapa hari setelah pengumuman penarikan pasukan AS dari Suriah.
Jakarta, CNN Indonesia --
Aksi Presiden Amerika SerikatDonald Trump mengganti diam-diam pesawat kepresidenannya saat meninggalkan Turki bulan lalu telah menarik perhatian masyarakat global.
Publik baru-baru ini mengetahui bahwa Trump beralih pesawat dari Air Force One ke pesawat militer kecil saat pulang dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO pada 8 Juli karena khawatir dengan ancaman rudal Iran.
Penggantian pesawat tersebut cukup kompleks karena melibatkan pemasangan kamera yang menyiarkan Trump menaiki Air Force One seperti biasa. Truk kontainer katering juga ikut dalam skenario, karena dipakai untuk memindahkan Trump secara diam-diam ke pesawat lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemindahan Trump ke pesawat militer ini juga melibatkan ketidaktahuan pers dan staf AS yang ikut serta dalam rombongan.
Tidak ada satu pun wartawan dan staf yang tahu bahwa pesawat yang mereka naiki tidak membawa serta sang Presiden.
Selama berada di pesawat, pers diminta menutup tirai jendela, tanpa pemberitahuan bahwa pesawat mereka terancam serangan rudal.
Tirai jendela tertutup, ponsel disita, peringatan keras terhadap kebocoran informasi, serta topi baseball yang menutupi wajah presiden adalah ciri khas perjalanan rahasia dan tanpa pemberitahuan yang dilakukan oleh presiden Amerika Serikat ke zona perang dan daerah berisiko tinggi.
Praktik ini sudah berlangsung selama beberapa dekade.
Namun, protokol yang berlaku yaitu staf dan rombongan pers yang mendampingi presiden diberitahu lebih dulu tentang perjalanan berisiko tersebut dan diwajibkan untuk merahasiakannya. Mereka dapat memilih untuk tidak ikut jika mereka mau.
Menurut seorang sumber yang diberitahu tentang perjalanan rahasia Trump, hal ini tidak diterapkan kepada pers dan staf pada 8 Juli karena sifat ancaman yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Hanya sebagian kecil pejabat yang mengetahui operasi rumit ini, salah satunya Menteri Pertahanan Pete Hegseth.
Reuters mencoba merangkum beberapa perjalanan rahasia yang pernah dilakukan presiden-presiden AS di masa lalu.
George W Bush ke Baghdad, Irak
Pada November 2003, Presiden George W. Bush ditampilkan seolah sedang makan malam Thanksgiving di peternakannya di Crawford, Texas.
Gedung Putih mempublikasikan menu santap malam untuk Presiden, antara lain kalkun organik, isian roti jagung, hingga pai pecan Prairie Chapel.
Faktanya, Bush tidak berada di sana. Dengan mengenakan topi baseball yang menutup wajahnya, ia diam-diam terbang dengan Air Force One ke Pangkalan Gabungan Andrews di dekat Washington, meninggalkan sejumlah besar wartawan yang ditugaskan meliput setiap gerakannya.
Ketika itu, alasan pesawat diterbangkan yakni untuk pemeliharaan.
Publik tak tahu bahwa pesawat itu meluncur ke hanggar Air Force One di Andrews, dan Bush bergegas naik ke pesawat lain yang lepas landas menuju Baghdad, Irak, dengan lampu dimatikan dan tirai jendela tertutup.
Awak pesawat mengambil perangkat elektronik wartawan untuk sementara waktu guna mencegah kebocoran informasi.
Di dalam pesawat, terdapat beberapa staf dan pers berjumlah 13 orang yang telah diberitahu tentang perjalanan tersebut beberapa hari sebelumnya dan diperingatkan bahwa jika berita itu bocor, pesawat akan diputar balik di tengah penerbangan. Perjalanan itu nyatanya tidak bocor.
Bush berhasil menghabiskan waktu bersama pasukan di pangkalan AS di Baghdad. Para wartawan juga akhirnya diizinkan melaporkan berita tersebut setelah pesawat dalam perjalanan pulang dan keluar dari zona bahaya.
Berlanjut ke sebelah...
Perjalanan Bill Clinton ke India hingga Obama ke Pakistan
Ilustrasi bendera AS. Foto: (AFP/Jim Watson)
Bill Clinton ke India dan Islamabad
Pada 2000, Presiden Bill Clinton melakukan perjalanan ke India dan Pakistan yang dijadwalkan terbang dengan Air Force One dari Mumbai ke Islamabad.
Namun, saat itu kekhawatiran soal keamanan perjalanan muncul di tengah ketegangan hubungan AS-Pakistan.
Clinton ketika itu hendak bertemu dengan Jenderal Pervez Musharraf, yang telah merebut kekuasaan melalui kudeta di Pakistan setahun sebelumnya.
Sebuah laporan hari itu menyebut Clinton diam-diam melewati bagian depan pesawat C-17 raksasa dan menuju sepasang jet militer kecil yang diparkir di sisi lain.
Salah satu jet berwarna putih tanpa tanda. Sementara jet lainnya memiliki tanda USA seperti pada Air Force One.
Clinton terlihat menaiki jet putih untuk terbang ke Islamabad.
Pada Memorial Day tahun 2014, Presiden Barack Obama melakukan kunjungan mendadak ke pangkalan udara Bagram di Afghanistan.
Kunjungan itu telah direncanakan selama beberapa minggu dan dirahasiakan karena alasan keamanan.
Gedung Putih saat itu membentuk kelompok pers kecil beberapa hari sebelum Obama berangkat.
Setibanya di Afghanistan, sambil mengenakan jaket bomber Air Force One, Obama mengatakan kepada 3.000 prajurit di sana bahwa ia sedang berada di sekitar dan kepikiran untuk mampir.
Kunjungan Obama ini semata-mata dilakukan untuk berterima kasih kepada pasukan di zona perang.
Pada Natal 2018, Trump dan istrinya, Melania, melakukan kunjungan kejutan kepada pasukan AS di Irak.
Itu merupakan perjalanan pertamanya ke zona konflik, setelah hampir dua tahun menjabat presiden. Kunjungan itu juga dilakukan beberapa hari setelah pengumuman penarikan pasukan AS dari Suriah.