UEA Geram 2 Kapal Tankernya Diserang Iran di Selat Hormuz

CNN Indonesia
Jumat, 14 Agu 2026 10:13 WIB
(FILES) A motorboat cruises along the shore off the town of Al Jeer on the Strait of Hormuz in the northern emirate of Ras Al Khaimah, with a tanker seen in the background, on February 25, 2026. The US president sent a peace plan to Iran as he voiced
Ilustrasi. UAE marah Iran serang kapal tanker di Selat Hormuz. Foto: AFP/FADEL SENNA
Jakarta, CNN Indonesia --

Uni Emirat Arab (UEA) marah usai Iran menyerang kembali dua kapal minyak Abu Dhabi di Selat Hormuz.

Al Jazeera melaporkan bahwa Kementerian Luar Negeri (Kemlu) UEA mengutuk keras aksi Iran menyerang dua kapal yang berafiliasi dengan Perusahaan Minyak Nasional Abu Dhabi (Abu Dhabi National Oil Company/ADNOC) pada Kamis (13/8) malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Uni Emirat Arab mengutuk keras dan mengecam serangan permusuhan Iran yang menargetkan dua kapal yang berafiliasi dengan ADNOC saat mereka melintasi Selat Hormuz," demikian pernyataan Kemlu UEA pada Jumat (14/8), seperti dikutip Al Jazeera.

ADNOC telah mengonfirmasi bahwa dua kapalnya diserang saat melewati jalur air vital tersebut pada Kamis malam. Saat ini, situasi disebut "telah terkendali".

Menurut Kemlu UEA, tidak ada korban luka dalam serangan ini.

Serangan ini terjadi setelah UEA melaporkan serangan serupa pada Sabtu (8/8) lalu yang juga menyasar kapal ADNOC. Iran belum memberikan pernyataan mengenai serangan terbaru ini.

Iran terus memblokade Selat Hormuz sejak diserang Amerika Serikat-Israel pada Februari lalu. Teheran juga berencana menarik biaya kepada kapal-kapal pengguna selat, yang ditentang keras oleh Amerika Serikat.

Sejak perang pecah, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa kapal-kapal yang tidak mematuhi arahan Iran di Selat Hormuz akan jadi sasaran serangan. Serangan juga berlaku bagi kapal-kapal yang dianggap Iran musuh atau terkait dengan musuh.

Kemlu UEA menyebut tindakan Iran yang menjadikan Selat Hormuz sebagai alat pemaksaan sama dengan "pembajakan".

UEA menekankan bahwa aksi tersebut merupakan "ancaman langsung terhadap stabilitas kawasan, rakyat Timur Tengah, dan pasokan energi global."

(blq/dna)