Tuan Rumah Sempat Geleng Kepala saat Misi Agus Salim di Mesir

CNN Indonesia
Selasa, 18 Agu 2026 03:00 WIB
Agus Salim (Arsip Wikipedia)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah tuan rumah termasuk penguasa negara Arab itu sempat dibikin geleng kepala oleh Agus Salim saat ia menjalankan misi diplomasi pengakuan kemerdekaan Indonesia di sana.

Pengakuan kedaulatan dari dunia luar sangat penting bagi Indonesia yang baru merdeka pada 17 Agustus 1945. Maka dikirim lah sejumlah orang untuk meyakinkan negara-negara sahabat dan menandatangani perjanjian.

Salah satu negara yang pertama dikunjungi adalah Mesir. Negara inilah yang pertama di dunia yang mengakui kemerdekaan Indonesia secara de facto diberikan pada 22 Maret 1946.

Namun, pemerintah ingin juga pengakuan yang lebih jauh hingga penandatanganan perjanjian persahabatan. Maka pada April 1947 dikirim rombongan yang disebut misi diplomatik ke negara-negara timur tengah, dipimpin Haji Agus Salim.

Setelah selama tiga bulan di Mesir, rombongan berhasil menandatangani Perjanjian Persahabatan Indonesia-Mesir pada 10 Juni 1947.

Salah satu anggota rombongan, AR Baswedan, mengenang peristiwa itu.

"Tidak dapat dibayangkan perasaan saya ketika menyaksikan upacara itu, tak terlukiskan dalam kalimat karena tidak akan pernah sebanding dengan rasa yang menggelora. Lega dan syukur kepada Allah, karena Republik Indonesia pada akhirnya mendapat pengakuan de jure dalam dunia internasional," katanya dikutip dari buku "Seratus Tahun Haji Agus Salim" (penerbit Sinar Harapan).

Agus Salim pakai baju teluk belanga

Ada satu peristiwa lucu saat rombongan di Mesir. Sebelum mereka berhasil menandatangani perjanjian kerjasama, rombongan diundang ke upacara kenegaraan Raja Farouk, sosok yang juga dinilai banyak berjasa dalam pengakuan kedaulatan Indonesia.

Saat itu ada aturan menggunakan jas panjang di acara tersebut. Sayangnya, rombongan tidak mempersiapkan pakaian dimaksud.

Akhirnya Agus Salim memutuskan memakai baju teluk belanga, pakaian khas Sumatra. Sementara Rasjidi, salah satu anggota rombongan, memakai surjan dan blangkon.

Sementara rombongan lain memakai jas biasa. Melihat gaya berpakaian para delegasi Indonesia, yang baru merdeka itu, membuat para pengawal istana hanya bisa geleng-geleng kepala.

Seorang konsul Jenderal Mesir di Bombay, Abdul Mun'im, yang menemani delagasi hanya tersenyum melihat gaya para delegasi Indonesia. "Memang orang Indonesia ada-ada saja,"katanya.

Semua gembira

Namun setelah perjanjian antar kedua negara ditandatangani semua pihak gembira, mulai dari Liga Arab, para wartawan hingga kelompok intelektual di Mesir.

Pada 18 Juni rombongan meninggalkan Mesir kembali ke tanah air. Namun Haji Agus Salim tidak bisa ikut pulang karena harus meneruskan misi diplomatiknya ke sejumlah negara lain.

Kepada AR Baswedan yang akan bertolak ke tanah air, Agus Salim hanya berpesan dengan gaya seorang jenderal.

"Baswedan, bagi saya tidaklah penting apakah saudara sampai di tanah air atau tidak. Yang penting dokumen-dokumen ini sampai di Indonesia dengan selamat!" katanya.

Setelah kemerdekaan Haji Agus Salim adalah menteri luar negeri. Sementara AR Baswedan (kakek dari mantan Gubernur DKI Anies Baswedan) diangkat sebagai Menteri Muda Penerangan 1946-1947.

(imf/bac)


Saksikan Video di Bawah Ini:

Malam Mencekam Kemerdekaan RI

KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK