Israel Akui Tembak Mobil Hingga Tewaskan Hind Rajab & Keluarga di Gaza

CNN Indonesia
Kamis, 20 Agu 2026 07:55 WIB
Militer Israel mengakui pasukannya telah melepaskan tembakan ke sebuah mobil yang membawa Hind Rajab, seorang anak perempuan berusia lima tahun, dan enam anggota keluarganya di Jalur Gaza Palestina pada 2024. (Foto: via REUTERS/ISRAELI DEFENCE FORCES)
Jakarta, CNN Indonesia --

Israel mengakui pasukannya telah melepaskan tembakan ke sebuah mobil yang membawa Hind Rajab, seorang anak perempuan berusia lima tahun, dan enam anggota keluarganya di Jalur Gaza Palestina pada 2024.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan pihaknya telah memerintahkan penyelidikan kriminal atas pembunuhan oleh pasukannya tersebut.

"Setelah meninjau temuan-temuan tersebut dan karena adanya dugaan kegagalan dalam koordinasi pergerakan ambulans Bulan Sabit Merah Palestina, telah diputuskan untuk memulai penyelidikan kriminal atas insiden tersebut oleh divisi investigasi kriminal polisi militer," kata IDF melalui pernyataan pada Rabu (19/8).

Pembunuhan Hind Rajab dan keluarganya merupakan salah satu kasus paling mendapat sorotan dari serangkaian insiden yang terjadi selama bulan-bulan pertama agresi brutal Israel di Jalur Gaza pada Oktober 2023 lalu.

Pada tanggal 29 Januari 2024, Hind Rajab bersama enam anggota keluarganya melarikan diri dari lingkungan Tel al-Hawa di Kota Gaza. Namun, kendaraan Kia hitam yang mereka tumpangi ditembak tank tentara Israel yang langsung menewaskan bibi, paman, dan empat sepupunya.

Hind Rajab dan kakak sepupunya yang berusia 15 tahun, Layan Hamadeh, sempat selamat hingga menelepon Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) untuk meminta bantuan darurat. Percakapan telepon mereka dengan PRCS pun terekam.

Hamadeh tak lama ikut tewas usai terkena tembakan senapan mesin. Saat itu, Hamadeh masih tersambung dengan petugas PRCS. Ia terdengar berteriak ketika terbunuh di tengah suara tembakan senapan mesin yang menghantam mobilnya saat masih menelepon petugas.

Ketika operator PRCS mencoba menelepon kembali, gantian Hind Rajab yang menjawab panggilan tersebut, menyatakan bahwa semua orang di dalam mobil telah meninggal. Ia tetap berbicara dengan PRCS selama tiga jam, dan mengatakan kepada operator: "saya sangat takut, tolong datang. Datanglah dan jemput saya. Tolong, maukah Anda datang?"

Namun, kakek Hind Rajab kemudian mengatakan kepada wartawan bahwa Hind Rajab akhirnya ikut meninggal dunia karena terluka di bagian punggung, tangan, dan kaki.

Rekaman audio percakapan telepon antara PRCS, Hamadeh dan Rajab dipublikasikan oleh Bulan Sabit Merah pada Februari 2024 lalu.

Saat itu, IDF berulang kali membantah pasukannya berada di wilayah sekitar lokasi kejadian, tetapi penyelidikan yang dilakukan media dan pihak lainnya menemukan bukti yang secara kuat mengindikasikan bahwa tank-tank Israel di dekat lokasi bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Tim paramedis Palestina mengirim ambulans untuk menyelamatkan Hind Rajab dan tetap terhubung melalui telepon sampai komunikasi terputus, tetapi ambulans tersebut juga ditembaki Israel hingga menewaskan dua paramedis. Jenazah para korban baru dapat dievakuasi 12 hari kemudian, setelah pasukan Israel menarik diri.

Dikutip AFP, IDF juga mengakui pada Rabu bahwa pasukannya telah menembaki ambulans tersebut.

Penyelidikan atas dugaan pelanggaran kriminal oleh pasukan Israel terkait pembunuhan warga Palestina jarang berujung pada vonis bersalah.

Selain kasus Hind Rajab, IDF pada Rabu juga menerbitkan hasil peninjauan terhadap empat insiden terkenal lainnya di Gaza, termasuk penyelidikan kriminal atas pembunuhan 15 paramedis Palestina dan pekerja kemanusiaan di dekat Rafah pada Maret 2025.

(rds)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK