Trump Klaim Hormuz, Teheran Balas 'Caplok' California Milik Iran

CNN Indonesia
Kamis, 20 Agu 2026 08:30 WIB
Iran mengejek Presiden Donald Trump dengan menyebut California sebagai wilayah baru mereka usai sang presiden mengeklaim Selat Hormuz wilayah baru AS. (Foto: REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Iran mengejek Presiden Donald Trump dengan menyebut California sebagai wilayah baru mereka usai sang presiden mengeklaim Selat Hormuz wilayah baru Amerika Serikat.

Aku media sosial resmi Konsulat Jenderal Iran di Hyderabad, India @IraninHyderabad me-repost unggahan akun Gedung Putih yang berisi tangkapan layar konten Trump di Truth Social soal klaim Hormuz.

Akun perwakilan Iran itu mengunggah peta yang menunjukkan negara bagian AS dan menandai California dengan warna biru.

"WILAYAH BARU REPUBLIK ISLAM IRAN," demikian unggahan tersebut pada Rabu (19/8).

Unggahan tersebut mendapat komentar 463, disukai oleh lebih dari 15.100 akun, dan diunggah ulang oleh 1.700 akun.

California, khususnya wilayah Los Angeles, merupakan rumah bagi warga keturunan Iran di luar Iran. Menurut Iranian Diaspora Dashboard yang dikelola Center for Near Eastern Studies di Universitas California diperkirakan 141.000 warga AS keturunan Iran tinggal di Los Angeles County.

Komunitas Iran di California Selatan berkembang pesat setelah Revolusi Islam Iran tahun 1979. Wilayah Westwood, Los Angeles menjadi pusat utama kehidupan diaspora Iran, yang umumnya dikenal sebagai "Tehrangeles" demikian dikutip Anadolu Agency.

Komentar konsulat jenderal Iran itu muncul usai Trump merilis peta yang menyertakan Selat Hormuz sebagai bagian dari AS.

"Wilayah baru AS Selat Hormuz," demikian tulisan dalam peta yang diunggah Trump.

Di unggahan terpisah Trump menyebut tak ada negosiasi yang berlangsung antara AS dan Iran soal Selat Hormuz.

Dia lantas mengatakan blokade pasukan AS untuk kapal-kapal Iran di perairan tersebut tetap berlaku sepenuhnya.

"Selat Hormuz terbuka dan beroperasi. Semua ranjau sudah disingkirkan arau diledakkan," kata Trump.

Salin balas peta itu berlangsung saat perang AS-Iran terus membara meski ada gencatan senjata dan nota kesepahaman (MoU) untuk mengakhiri perang.

Pernyataan-pernyataan itu juga muncul saat Iran bernegosiasi dengan Oman untuk membahas pengaturan rute hingga nasib Selat Hormuz di masa depan.

(rds/rds)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK