Trump Makin Frustrasi, Ancam Sanksi Negara yang Baik ke Iran
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menjatuhkan sanksi ekonomi dahsyat yang bisa sepenuhnya mengisolasi Iran dan negara-negara yang membantu Teheran, di tengah upaya negosiasi mengakhiri perang yang masih buntu.
Trump menyampaikan pengumuman tersebut dalam unggahan di Truth Social pada Rabu (19/8).
"Tidak ada yang memberi Republik Islam Iran kesempatan lebih besar untuk membuat kesepakatan selain saya. Tragisnya, bagi mereka, mereka gagal mengambilnya." tulis Trump.
"Hari ini, saya mengumumkan OPERASI EKONOMI PALING MENGHANCURKAN YANG PERNAH DILAKUKAN TERHADAP NEGARA MANAPUN! Ini akan menjadi Perang Ekonomi dan Isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya," imbuh dia.
Politikus Republik itu menegaskan Iran sudah porak poranda dari sisi militer, persenjataan, hingga mata uang.
Trump juga menekankan bagi negara mana pun yang mengizinkan lembaga keuangan, bisnis, bandara, atau entitas pemerintah memberikan bantuan ke Iran akan menghadapi konsekuensi ekonomi yang serius.
Lihat Juga :KILAS INTERNASIONAL Malaysia-Singapura Kena Asap RI sampai Israel Ciduk Menteri Palestina |
"Penyelundupan minyak, jalur pertukaran mata uang, transfer uang tunai, rumah pertukaran, pendaftaran kapal, perusahaan fiktif - semuanya harus dihentikan SEKARANG," ungkap dia.
Trump tak menjelaskan secara rinci hukuman apa yang akan dihadapi negara lain jika membantu Teheran. Dia juga tak menyebut negara lain, selain Iran.
Pengumuman Trump senada dengan pernyataan Menteri Keuangan AS Scott Bessent yang menyebut akan menjatuhkan sanksi yang belum pernah terjadi sebelumnya di dunia ini ke negara yang membantu Iran.
Kampanye tekanan ekonomi yang semakin intensif ini terjadi saat perang memasuki bulan keenam tanpa ada jalan keluar diplomatik atau militer dalam waktu dekat.
AS dan Iran masih berperang hingga sekarang meski sempat gencatan senjata dan ada nota kesepahaman (MoU) untuk menghentikan konflik.
Peperangan itu bahkan tak menunjukkan tanda-tanda akan mereda setelah Trump mengumumkan kembali memblokade kapal-kapal Iran dan tak ada negosisasi.
Blokade AS itu sebagai respons usai Iran menutup Selat Hormuz. Rute ini juga ditutup bukan tanpa alasan. Teheran mengambil tindakan tersebut usai Negeri Paman Sam dan sekutunya Israel menggempur habis-habisan Iran.
(isa/rds)