Trump Minta Bertemu Kim Jong Un, Dijawab dengan Tembakan Rudal

CNN Indonesia
Kamis, 20 Agu 2026 16:45 WIB
Korea Utara kembali menembakkan satu rudal, beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump meminta bertemu pemimpin Korut Kim Jong Un, Kamis (20/8). (via REUTERS/KCNA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Korea Utara kembali menembakkan satu rudal, beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta secara pribadi untuk bertemu pemimpin Korut Kim Jong Un, Kamis (20/8).

Kantor Perdana Menteri Jepang dalam unggahannya di X memperkirakan bahwa proyektil yang kembali ditembakkan Korut merupakan rudal balistik.

Sebelumnya, Trump mengatakan di Gedung Putih pada Rabu (19/8) bahwa ia ingin bertemu dengan Kim Jong Un. Pertemuan itu dimaksudkan Trump untuk menghidupkan kembali ikatan yang ia klaim telah terjalin dengan Kim Jong Un selama masa jabatan pertamanya.

Trump juga menyatakan pentingnya "menjalin hubungan baik" dengan Kim Jong Ub, seraya menambahkan bahwa Pyongyang kini memiliki 57 senjata nuklir yang "sangat kuat".

Beberapa jam setelah pernyataan Trump, Kepala Staf Gabungan Seoul mengatakan kepada AFP bahwa Korut telah meluncurkan setidaknya satu "proyektil tak dikenal", tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Fokus mendadak Trump terhadap Kim serta keputusannya untuk mengurangi skala latihan militer gabungan AS-Korsel telah membuat khawatir sekutu-sekutu di Asia. Itu juga memicu spekulasi bahwa Trump sedang mencari jalan keluar kebijakan luar negeri di tengah macetnya upaya terkait konflik dengan Iran.

Saudara perempuan Kim Jong Un, Kim Yo Jong juga menanggapi permintaan Trump tersebut.

Kim Yo Jong mengatakan pada Rabu bahwa ia tidak mengetahui komunikasi yang dilaporkan terjadi antara kakaknya dan Trump.

Kendati demikian, Kim Yo Jong mengatakan bahwa kakaknya masih memiliki "kenangan dan kesan positif" terhadap Trump dan bahwa hubungan antara kedua pemimpin tersebut tetap "sangat baik".

Sebelumnya pada Rabu, militer Seoul memutuskan untuk memangkas durasi latihan militer dengan AS setelah Trump mengatakan akan mengurangi latihan gabungan tersebut.

Mereka menyatakan bahwa latihan militer itu akan selesai pada akhir pekan ini, bukan pada tanggal 27 Agustus sebagaimana direncanakan semula-atas "usulan pihak AS".

Menteri Pertahanan Korea Selatan mengatakan pada Kamis bahwa Korea Utara diperkirakan memiliki sekitar 80 hingga 120 senjata nuklir.

(bac)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK