Anggota Kongres AS Ungkap Skandal Jual Beli Pengampunan Trump

CNN Indonesia
Senin, 24 Agu 2026 08:07 WIB
Heboh laporan soal skandal jual beli pengampunan Trump. Foto: Getty Images via AFP/ALEX WONG
Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota senior Komite Kehakiman Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS), Jamie Raskin, baru-baru ini merilis laporan dugaan skandal jual beli pengampunan Presiden AS Donald Trump.

Laporan itu diterbitkan pada Jumat (21/8) dan diunggah di situs Komite Kehakiman DPR Partai Demokrat.

Laporan Raskin merinci bagaimana Trump mengganti proses pengampunan tradisional Departemen Kehakiman (DoJ) dengan sistem jual beli, di mana para penjahat kaya menggunakan sumbangan politik, hubungan bisnis keluarga Trump, dan orang-orang berpengaruh di MAGA untuk mendapat pengampunan presiden.

Praktik itu disebut telah menghapus hampir US$1,7 miliar (sekitar Rp30 triliun) yang mestinya dibayarkan penjahat kepada korban dan masyarakat.

"Donald Trump telah mengambil salah satu kekuasaan konstitusional paling sakral dari kepresidenan dan mengubahnya menjadi pasar untuk pengaruh politik orang dalam dan pengayaan pribadi yang tidak adil," demikian laporan Raskin.

"'Pardons, Inc.' memiliki model bisnis yang sederhana: penjahat kerah putih kaya dan pengedar narkoba menyewa orang dalam Trump, menggelontorkan uang ke dalam operasi politiknya atau membina kepentingan keuangan keluarganya, dan tiba-tiba pintu Gedung Putih terbuka lebar untuk pengampunan, pengurangan hukuman, dan penghapusan semua denda dan ganti rugi finansial yang terutang," lanjut laporan tersebut.

Laporan Raskin juga menyoroti nasib warga yang dipenjara tanpa memiliki koneksi ke elite.

"Ribuan warga Amerika yang dipenjara tanpa koneksi elite MAGA yang menunjukkan penyesalan tulus, telah membayar ganti rugi kepada korban mereka dan mencari belas kasihan, terus-menerus berada dalam ketidakpastian. Pengampunan presiden seharusnya menjadi instrumen keadilan dan belas kasihan, bukan skema cepat kaya MAGA lainnya di mana akses diberikan kepada penawar tertinggi," demikian isi laporan tersebut.

Berdasarkan laporan Raskin, para penjahat kaya yang diberi pengampunan presiden di antaranya yakni eks Presiden Honduras Juan Orlando Hernández, yang menjalani hukuman 45 tahun karena membantu menyelundupkan ratusan ton kokain ke Amerika Serikat; taipan panti jompo Joseph Schwartz, yang menghabiskan hampir US$1,1 juta untuk melobi pengampunan saat menjalani hukuman karena skema penipuan pajak gaji senilai US$38 juta; dan Timothy Leiweke, yang menyumbangkan US$250.000 untuk pelantikan Trump sebelum Trump membatalkan tuntutan federal atas pengaturan tender terhadapnya.

Trump juga memberikan pengampunan kepada tiga peserta dalam kasus penyuapan internasional setelah putri salah satu terdakwa menyumbangkan US$2,5 juta kepada MAGA Inc.

(blq/dna)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK