Helikopter Serang AS Mulai Sering Jatuh, Kenapa?

CNN Indonesia
Senin, 24 Agu 2026 19:35 WIB
Helikopter Apache milik Angkatan Darat Amerika Serikat mulai sering mengalami kecelakaan. (REUTERS/Amir Cohen)
Jakarta, CNN Indonesia --

Helikopter Apache milik Angkatan Darat Amerika Serikat mulai sering mengalami kecelakaan.

Laporan itu disampaikan melalui analisis CNN terhadap data kecelakaan militer.

Kondisi itu terjadi ketika Angkatan Darat juga menghadapi masalah serius pada sistem transmisi helikopter tersebut.

Helikopter Apache mengalami lima kecelakaan besar sejak Oktober. Salah satu kecelakaan terjadi di Texas pada awal Agustus dan menewaskan dua tentara. Insiden itu juga memicu kebakaran hutan di sekitar lokasi kejadian.

Setelah kecelakaan tersebut, Angkatan Darat AS menghentikan sementara penerbangan latihan rutin bagi pilot Apache.

Namun, penghentian itu tidak berlaku bagi unit yang sedang dikerahkan ke Timur Tengah. Larangan itu kemudian berakhir pada Rabu.

Jika melihat tingkat kecelakaan, tahun fiskal 2026 diperkirakan menjadi tahun terburuk kedua bagi Apache sejak model AH-64 baru diperkenalkan pada 2011.

CNN memperkirakan tingkat kecelakaan besar Apache tahun ini mencapai sekitar 6,24 kecelakaan per 100.000 jam terbang.

Hingga 15 Agustus, Apache telah mencatat sekitar 80.171 jam terbang pada tahun fiskal 2026.

Dalam periode tersebut, lima kecelakaan Kelas A terjadi. Angkatan Darat AS menggunakan kategori Kelas A untuk kecelakaan yang menyebabkan kematian atau cacat permanen, kehilangan pesawat, atau kerugian sedikitnya US$2,5 juta.

Angka tersebut mendekati tingkat kecelakaan pada tahun fiskal 2024. Saat itu, Apache mengalami sembilan kecelakaan besar dengan tingkat 7,02 kecelakaan per 100.000 jam terbang.

Penyebab meningkatnya kecelakaan Apache tahun ini masih belum diketahui secara pasti.

Buletin keselamatan penerbangan Angkatan Darat AS pada Juli menyebut lebih dari setengah kecelakaan Apache, termasuk kecelakaan ringan, terutama disebabkan oleh kesalahan manusia.

Namun, masalah pada transmisi juga menjadi perhatian. Dua pesan keselamatan internal Angkatan Darat menyebut sejumlah transmisi Apache berpotensi mengalami kerusakan. Masalah tersebut dapat mengganggu rotor ekor, sistem kelistrikan, dan sistem hidrolik helikopter.

Jika sistem tersebut kehilangan fungsi, Apache dapat berputar secara tiba-tiba dan pilot berpotensi kehilangan kendali atas helikopter.

Hingga pertengahan Juli, Angkatan Darat masih menyelidiki penyebab masalah tersebut.

Dalam pesan keselamatan pada April, Angkatan Darat mengidentifikasi 70 transmisi yang berpotensi rusak. Unit terkait diperintahkan menghentikan penerbangan Apache yang menggunakan transmisi tersebut hingga perbaikan dilakukan.

Pada pertengahan Juli, Angkatan Darat menambahkan 10 transmisi lain ke dalam daftar yang berpotensi bermasalah. Secara keseluruhan, dua pesan keselamatan tersebut berdampak pada sekitar sepersepuluh armada helikopter serang Angkatan Darat AS.

Juru bicara Angkatan Darat AS, Mayor Montrell Russell, mengatakan pihaknya belum dapat memberikan informasi teknis mengenai penyelidikan kecelakaan maupun transmisi Apache.

"Kami menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kehilangan dua prajurit di dekat Fort Hood," kata Russell kepada CNN.

Russell juga menegaskan bahwa "pencantuman pesan-pesan ini dalam tinjauan keselamatan tidak menyiratkan penyebab kecelakaan individu apa pun."

Sementara itu, Pabrikan Apache, Boeing, telah mengirimkan tim ke fasilitas pemeliharaan Angkatan Darat AS. Tim tersebut membantu memeriksa dan memperbaiki transmisi yang terdampak.

Pihak Angkatan Darat dan Boeing tidak menjawab pertanyaan tentang bagaimana mereka mengidentifikasi bagian-bagian yang berpotensi rusak itu.

Juru bicara Boeing mengkonfirmasi kepada CNN bahwa perusahaan tersebut "mendukung penyelidikan Angkatan Darat AS untuk memastikan kesiapan operasional dan keselamatan pesawat yang terkena dampak," tetapi mengarahkan pertanyaan tambahan kepada Angkatan Darat.

(mge/bac)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK