Kenapa Banjir Bandang Nepal-Tibet Sangat Dahsyat & Mematikan?

CNN Indonesia
Jumat, 28 Agu 2026 05:30 WIB
Banjir bandang di perbatasan Nepal dan China begitu dahsyat dan mematikan karena dipicu tanah longsor yang meluruhkan gletser di Pegunungan Himalaya. (Foto: SOCIAL MEDIA via REUTERS/SOCIAL MEDIA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Banjir bandang di perbatasan Nepal dan Tibet China begitu dahsyat dan mematikan karena dipicu tanah longsor yang meluruhkan gletser di Pegunungan Himalaya.

Per Kamis (27/8), bencana dahsyat itu telah menewaskan 165 orang, melukai ratusan orang lainnya, dan 1.384 orang lainnya hilang.

Pakar geofisika dari Earth Observatory Universitas Columbia, Goran Ekstrom, mengatakan tanah longsor terjadi di celah pegunungan pada siang hari. Longsoran tersebut kemudian meluruhkan gletser besar atau sebagian gletser di Himalaya.

Peristiwa itu menghasilkan energi yang sangat besar hingga tercatat sebagai gempa berkekuatan magnitudo 5,2 pada seismograf di berbagai wilayah dunia.

Ekstrom mengatakan peristiwa serupa pernah terjadi di Himalaya. Meskipun, kejadian kali ini merupakan "peristiwa geofisika berskala masif", tetapi juga memicu banjir bandang yang sangat mematikan.

Menurut Ekstrom, bebatuan besar yang meluncur dari pegunungan menghasilkan energi luar biasa. Energi tersebut memicu peningkatan suhu dan mencairkan gletser.

Peristiwa tersebut kemungkinan menjadi penyebab besarnya volume air yang mengalir sangat deras hingga ke kaki gunung.

Ekstrom juga memperkirakan bahwa ketinggian air banjir tersebut "luar biasa tinggi" akibat es, material reruntuhan, dan air yang meluncur sangat cepat ke lembah.

Ketinggian air mencapai 130 hingga 160 kaki atau sekitar 39 hingga 48 meter. Kecepatan alirannya juga diperkirakan mencapai 44 mil per jam atau sekitar 71 kilometer per jam.

Ekstrom mengatakan perubahan iklim kemungkinan turut memperparah bencana tersebut.

Perubahan iklim mempercepat pencairan es dan gletser di berbagai wilayah dunia.

Menurutnya, banjir bandang seperti ini tetap dapat terjadi tanpa perubahan iklim. Namun, pencairan gletser yang semakin cepat dapat meningkatkan dampak ketika tanah longsor terjadi.

"Secara umum, tanah longsor di wilayah pegunungan ini semakin sering terjadi, hal ini telah dipastikan, dan kejadian tersebut berkaitan dengan mencairnya gletser," kata Ekstrom.

(mge/rds)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK