Mampukah Iran Bertahan dari Tekanan Sanksi Ekonomi Total AS?

CNN Indonesia
Jumat, 28 Agu 2026 11:35 WIB
Mampukah Iran hadapi tekanan sanksi ekonomi dari AS?
Mampukah Iran hadapi tekanan sanksi ekonomi dari AS? (via REUTERS/U.S. Central Command)

Iran adalah salah satu negara di dunia yang sudah akrab dengan sanksi ekonomi AS. Selama 47 tahun negara itu menjalani sanksi ekonomi, ditambah dengan serangan militer.

Konflik berkepanjangan ini tak hanya memicu inflasi tinggi, tetapi juga menyebabkan jutaan pekerjaan hilang atau terhenti.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tercatat harga makanan, obat-obatan, mobil, peralatan listrik, hingga produk petrokimia dilaporkan meningkat signifikan dibandingkan pekan sebelumnya.

Kondisi ini diperparah oleh kombinasi salah urus domestik, serangan terhadap infrastruktur, sanksi Amerika, blokade laut, serta pemadaman internet hampir total yang telah berlangsung selama enam bulan.

Nilai tukar mata uang Iran, rial, juga terpuruk ke level terendah sepanjang masa di pasar terbuka, yakni 1,84 juta rial per dolar AS. Angka tersebut mencerminkan pelemahan tajam daya beli masyarakat, dikutip CNBC.

Namun hal tersebut belum bisa memastikan rezim Iran akan runtuh total. Terbukti, para penguasa Iran masih solid.

Saat ini Iran masih mengandalkan diversifikasi domestik, ekspor minyak terselubung ke China, serta jaringan perbankan bayangan untuk bertahan.

Jaringan perbankan bayangan Iran (shadow banking) adalah sistem keuangan paralel dan tidak resmi yang digunakan Iran untuk memindahkan uang, menjual minyak, serta mendapatkan mata uang asing demi menghindari sanksi internasional.

Ekspor terselubung Iran ke China didominasi oleh komoditas minyak mentah.

China saat ini menyerap sekitar 80 persen hingga 90 persen dari total ekspor minyak Iran, yang setara dengan sekitar 1,4 juta barel per hari.

Karena kesulitan mengirimkan minyak melalui Selat Hormuz, Iran mencari jalur darat alternatif untuk mengimpor dan mengekspor barang.

Pada bulan Maret, misalnya, Iran mengekspor 1,84 juta barel per hari (BPD) ke pelanggan di Asia, sebagian besar Tiongkok.

Meskipun beberapa kapal berhasil menghindari blokade, Iran masih tidak dapat mengangkut minyak sebanyak yang diproduksinya setiap hari.

Iran beralih ke jalur kereta api melalui Asia Tengah sebagai jalur yang lebih aman untuk perdagangan dengan China, seperti dikutip situs The Diplomat.

(imf/bac)


[Gambas:Video CNN]

HALAMAN:
1 2