Nepal Tolak Tawaran Bantuan Tim SAR Asing Cari Korban Banjir Bandang

CNN Indonesia
Jumat, 28 Agu 2026 20:45 WIB
Nepal menolak tawaran bantuan pengiriman tim penyelamat dari sejumlah negara meski banyak korban tewas dan masih hilang. (Foto: AFP/PRABIN RANABHAT)
Jakarta, CNN Indonesia --

Nepal menolak tawaran bantuan pengiriman tim penyelamat dari sejumlah negara meski banyak korban tewas dan masih hilang.

Pejabat senior Kementerian Luar Negeri Nepal mengatakan pemerintah menerima banyak permintaan resmi dan tak resmi dari berbagai negara serta organisasi untuk mengerahkan tim penyelamatan. Salah satunya India, tetapi Nepal menolak.

"Kami juga menerima permintaan serupa dari China dan negara-negara lain, tapi kami menolak permintaan tersebut," kata pejabat Kemlu, dikutip The Straits Times, Jumat (28/8).

Negara lain yang turut menawarkan bantuan adalah Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Korea Selatan, Sri Lanka, dan Bangladesh.

Sementara itu, juru bicara Kemlu India Randhir Jaiswal mengatakan India menghormati keputusan Nepal.

"Apapun permintaan yang diajukan oleh Nepal, kami akan menindaklanjutinnya," kata dia.

Jaiswal juga mengatakan India sudah mengirim lebih dari 47,5 ton bantuan kemanusiaan pada 28 Agustus dan sudah menawarkan untuk mengirim jembatan Bailey dan rangka prefabrikasi.

AS dan Bank Dunia juga menyatakan siap mengirim bantuan kemanusiaan yang diperlukan Nepal.

Kembali ke pejabat Kemlu Nepal, dia mengatakan pemerintah sudah membentuk Tim Tanggap Darurat (ERT) untuk membantu negara asing yang terdampak banjir. ERT dipimpin wakil menteri luar negeri.

"ERT akan berfungsi sebagai badan koordinasi pusat di dalam kementerian untuk memfasilitasi pencarian, penyelamatan, verifikasi informasi dan bantuan konsuler terkait warga negara asing yang terdampak, hilang, atau terkait insiden banjir," kata pejabat itu.

Sementara itu, juru bicara Kemlu Nepal Lok Bahadur Poudel Chettri mengatakan kementerian juga sudah mengirim wakil sekretaris ke tim operasi khusus di Timure (Rasuwa) untuk memastikan keberadaan dan kondisi warga negara asing yang hilang atau tak bisa dihubungi.

"Wakil sekretaris sedang berkoordinasi dengan tim keamanan di lapangan, dan informasi apa pun yang dia kumpulkan akan diteruskan langsung ke Kementerian Luar Negeri karena kami telah menerima banyak sekali pertanyaan dari kerabat mereka," kata Chettri.

Chettri menyebut mekanisme tersebut bisa menjadi kanal bagi kerabat, misi diplomatik, organisasi internasional, yang ingin mencari tahu orang hilang melalui satu pintu.

Menteri Luar Negeri Nepal Shishir Khanal sebelumnya menginstruksikan para pejabat berbagai divisi kementerian untuk tetap berhubungan dengan pemerintah asing dan terus memberi mereka informasi terbaru tentang warga negara mereka yang hilang.

Kementerian juga telah menginstruksikan misi-misi diplomatiknya di luar negeri untuk mencari dukungan keuangan hanya melalui Dana Bantuan Perdana Menteri.

Banjir bandang dan longsong menerjang perbatasan Nepal dan China pada Rabu. Imbas bencana ini, 469 orang tewas dan 1.400 masih dilaporkan hilang.

(isa/rds/bac)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK