Teheran Cap AS Setan karena Serang Pesta Pernikahan di Iran
Iran mengecam Amerika Serikat setelah serangan menghantam sebuah pesta pernikahan di wilayah selatan negara tersebut.
Negosiator utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyebut AS sebagai 'Setan' atas serangan tersebut, pada Rabu (2/9).
Pejabat Iran mengatakan sebanyak empat orang tewas dan puluhan lainnya terluka dalam serangan yang terjadi larut malam di sebuah acara pernikahan di Kuhestak, Iran selatan.
Ghalibaf mengatakan serangan itu menyebabkan "anak-anak ikut menjadi korban bersama keluarga mereka."
Ia juga menyoroti sejumlah serangan mematikan lain di Iran pada tahap awal perang di Timur Tengah, termasuk serangan terhadap sebuah sekolah di Minab.
"Jika suatu kekuatan bertindak seperti Setan, memilih sasaran seperti Setan, dan membunuh seperti Setan, maka itu adalah Setan. Melindungi Setan junior yang melakukan hal yang sama? Itu adalah Setan Besar," kata Ghalibaf dalam unggahan di X.
Ghalibaf menggunakan istilah tersebut untuk menyebut AS dan sekutu utamanya, Israel.
Pendiri Republik Islam Iran, Ruhollah Khomeini, menggunakan istilah 'setan' pada 1979 untuk menyebut Amerika Serikat. Pemimpin Iran setelahnya juga terus menggunakan istilah itu ketika mengkritik Washington.
Iran kemudian merespons serangan tersebut dengan meluncurkan drone dan rudal ke sejumlah pangkalan AS di Timur Tengah, termasuk di Bahrain, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan wilayah Kurdistan di Irak.
Militer AS tidak memberikan tanggapan secara langsung terkait serangan AS menghantam pesta pernikahan tersebut.
Juru bicara Komando Pusat AS (CENTCOM), Tim Hawkins, membantah bahwa militer AS menargetkan warga sipil.
"Militer AS tidak pernah menargetkan warga sipil, tidak seperti IRGC," kata Hawkins.
(mge/bac)