Peru Putus Hubungan Diplomatik dengan Iran, Ada Apa?

CNN Indonesia
Rabu, 02 Sep 2026 18:30 WIB
Pemerintah Peru di bawah Presiden baru Keiko Fujimori mengumumkan telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran. (AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Peru di bawah Presiden baru Keiko Fujimori mengumumkan telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran.

Pengumuman tersebut disampaikan Kementerian Luar Negeri Peru pada Selasa (1/9), di tengah konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Kemlu Peru menegaskan bahwa keputusan tersebut didasarkan pada "komitmen historis Peru terhadap perdamaian," penghormatan terhadap hukum internasional, dan pembelaan terhadap demokrasi.

Peru menyatakan keprihatinan yang semakin mendalam atas "kemerosotan nilai-nilai demokrasi di Iran."

Lima juga menyoroti "penindasan terhadap unjuk rasa damai, pembatasan kebebasan pers, diskriminasi terhadap perempuan dan anak perempuan, serta persekusi terhadap lawan politik," dikutip dari Anadolu Agency.

Lebih lanjut, pemerintahan Fujimori mengungkapkan kekhawatiran mengenai gangguan terhadap perdagangan internasional yang melintasi Selat Hormuz sejak Maret, serta memperingatkan potensi dampaknya terhadap harga energi dan rantai pasokan global.

Selain itu, Peru menolak tindakan Iran yang "memicu kekerasan dan eskalasi konflik di Timur Tengah, serta menghambat kinerja Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA)."

Keputusan ini diambil di tengah kembali memanasnya perang melibatkan Iran dan Amerika. Aksi saling serang di antara kedua pihak semakin memperparah ketidakstabilan di Timur Tengah dan menimbulkan kekhawatiran terkait lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.

Meskipun hubungan diplomatik diputus, Peru menyatakan bahwa hubungan konsuler akan tetap dipertahankan demi melindungi kepentingan serta warga negara kedua belah pihak, sesuai dengan ketentuan Konvensi Wina yang relevan.

Keputusan tersebut telah disampaikan kepada pihak Iran melalui nota diplomatik yang dikirimkan lewat kedutaan besar Peru di Ekuador, yang juga merangkap sebagai perwakilan untuk Peru.

Keiko Fujimori merupakan politikus yang memiliki kedekatan dengan Presiden AS Donald Trump. Kemenangannya sebagai Presiden Peru disambut gembira oleh Washington.

Peru kemudian menyatakan berencana mempererat hubungannya dengan AS, yang dipandangnya sebagai "mitra strategis," menurut Menteri Luar Negeri yang baru ditunjuk, Carlos Espa.

Beberapa hari setelah dilantik pada Juli, Fujimori mengisyaratkan rencananya untuk memperkuat kerja sama dengan AS, seraya menyatakan bahwa pemerintahannya akan menyediakan "ruang yang sangat signifikan" bagi kolaborasi dengan pemerintahan Presiden Trump.

Trump sebelumnya disebut-sebut berupaya keras agar calon yang diharapkannya bisa memenangkan pemilu Presiden Peru.

Peru sendiri memiliki peran strategis bagi AS sebagai salah satu negara penghasil tembaga terbesar di dunia, dikutip dari Al Jazeera.

(bac)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK