Tak Terduga, Tokoh-tokoh Israel Justru Dukung Inggris Bela Palestina
Keputusan pemerintah Inggris memberlakukan sanksi terhadap aktivitas pemukiman ilegal Israel di Tepi Barat mendapat dukungan tak terduga dari kalangan tokoh terkemuka di Israel.
Tokoh-tokoh Israel seperti mantan Perdana Menteri Ehud Olmert, David Harel (Ketua Akademi Sains dan Humaniora Israel), Dan Halutz yang merupakan Mantan Kepala Staf Umum Militer Israel, hingga dua mantan menteri Israel Yuli Tamir dan Roni Bar-On, mendukung langkah pemerintah Inggris.
Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband, Selasa (8/9), mengumumkan larangan impor dari permukiman Israel di Tepi Barat serta sanksi terhadap perusahaan dan individu yang terlibat dalam perluasan permukiman.
Miliband juga mengumumkan sanksi tambahan terhadap warga Israel ekstremis yang dituduh mendukung atau menghasut kekerasan terhadap warga Palestina.
Selain itu, Inggris akan menolak penerbitan izin ekspor untuk berbagai komoditas yang mendukung keberlanjutan upaya pendudukan oleh Israel, sekaligus mempertahankan penangguhan terhadap 30 izin yang telah ada.
Miliband menyatakan Pemerintah Inggris sepakat bahwa telah terjadi "pembersihan etnis terhadap warga Palestina" di Tepi Barat yang diduduki oleh "teroris pemukim ilegal" Israel.
Dalam keterangan bersama, sejumlah tokoh Israel menyebut keputusan Inggris merupakan "konsekuensi tak terelakkan" dari kegagalan pemerintah dan aparat keamanan Israel.
"Sanksi [diberlakukan] terhadap teroris Yahudi, dan bukan terhadap legitimasi negara Israel. Tidak ada dasar bagi pemerintah [Israel] yang menyatakan bahwa keputusan untuk menjatuhkan sanksi terhadap teroris Yahudi merupakan bentuk antisemitisme," demikian pernyataan resmi tersebut dikutip dari The Guardian.
Inggris, Kanada dan 10 negara Eropa mengambil langkah untuk membatasi kegiatan dagang dengan pemukim ilegal Israel. Negara-negara itu juga mendorong masyarakat internasional mengambil tindakan nyata guna mengakhiri aktivitas yang mendukung keberlanjutan pemukiman ilegal kelompok Israel.
"Seperti banyak warga Israel dan Palestina lainnya, saya bersyukur atas kepemimpinan moral yang berani dari Miliband. Ini adalah awal yang baik. Jangan berhenti," ucap mantan anggota DPR Israel, Avraham Burg.
Sementara itu, David Harel menolak boikot menyeluruh terhadap negara Israel, namun langkah yang menargetkan pelanggaran konkret di Tepi Barat adalah sah dan mendesak.
"Menghentikan pendudukan [pemukim ilegal Israel] bukan hanya demi warga Palestina. Kita juga sedang berbuat baik untuk kepentingan masa depan Israel sendiri," ujarnya.
(har/bac)