Trump Beri 'Lampu Hijau' Produsen Mobil China Buka Pabrik di AS
Presiden Donald Trump mengaku tak akan menghalangi langkah produsen mobil asal China untuk memproduksi kendaraan mereka di Amerika Serikat, meski ada penentangan dari sejumlah pihak termasuk perusahaan otomotif AS.
"Jika China ingin masuk dan membuka pabrik untuk memproduksi mobil mereka di sini, saya tidak keberatan," kata Trump dalam wawancara di program Fox News.
"Jepang melakukannya, tetapi mereka mempekerjakan tenaga kerja kita. Hal yang paling penting adalah mereka mempekerjakan tenaga kerja kita," imbuhnya.
Trump menambahkan dia tidak ingin produsen mobil China memproduksi mobil di Meksiko, lalu mengirimkannya ke AS. "Saya tidak bermaksud menjelek-jelekkan mobil China," kata dia.
Sebelumnya para produsen mobil AS telah mendesak Trump untuk tidak memberikan izin akses pasar AS kepada produsen mobil China.
Isu ini juga muncul dua pekan sebelum Trump menjamu Presiden China Xi Jinping dalam pertemuan bilateral mereka di Washington.
Pekan lalu, sebuah kelompok yang mewakili hampir semua produsen mobil utama, mendesak Kongres AS untuk segera mengesahkan undang-undang yang secara permanen melarang kendaraan China masuk ke pasar AS.
Alliance for Automotive Innovation yang mewakili General Motors, Ford, Toyota, Volkswagen, Hyundai, Honda, Stellantis dan perusahaan lainnya, mendesak agar RUU tersebut disahkan sebelum akhir Desember.
"Saat ini produsen mobil China membanjiri pasar global dengan kendaraan bersubsidi yang dilengkapi perangkat lunak dan perangkat keras yang saling terhubung," kata CEO kelompok itu, John Bozzela, dalam surat yang ditujukan ke pemimpin Kongres.
Sementara itu sebuah peraturan yang diberlakukan oleh pemerintahan Joe Biden pada awal tahun 2025 lalu, secara efektif melarang seluruh produsen mobil China untuk menjual atau memproduksi kendaraan penumpang di AS. Washington juga mempertahankan tarif lebih dari 100 persen terhadap kendaraan listrik asal China.
(dna)