Kata-kata Trump soal China Diduga Berbagi Informasi Intelijen ke Iran

CNN Indonesia
Senin, 14 Sep 2026 16:38 WIB
China's President Xi Jinping (R) looks at US President Donald Trump during a welcome ceremony at the Great Hall of the People in Beijing on May 14, 2026. (Photo by Brendan SMIALOWSKI / AFP)
Trump tanggapi santai kabar China diduga berbagi informasi intelijen ke Iran. Foto: AFP/BRENDAN SMIALOWSKI
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menanggapi santai laporan yang menyebut bahwa entitas asal China telah memasok citra satelit pangkalan militer AS di Yordania kepada Iran.

Laporan menyebut citra satelit pangkalan militer Yordania itu diberikan sebelum dan sesudah serangan Iran, yang menewaskan tiga tentara AS.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Anda tahu, ketika mereka mengatakan bahwa China memata-matai kita, saya katakan Anda benar, dan kita juga memata-matai mereka," kata Trump, seperti dikutip AFP.

"Itulah yang kita lakukan. Pada dasarnya mereka melakukan apa yang kita lakukan," imbuhnya.

Insiden ini disebut bisa memperdalam ketegangan antara AS dan China, menjelang rencana kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Gedung Putih pada 24 Desember nanti.

Pada 17 Juli lalu, Iran melancarkan serangan rudal ke Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania, tempat pasukan AS ditempatkan. Tiga tentara Angkatan Darat AS tewas dalam serangan tersebut.

Sebelumnya laporan The Wall Street Journal melaporkan adanya pembagian informasi intelijen oleh Beijing. Pejabat AS yang tidak disebutkan namanya dalam laporan WSJ tidak menyebut entitas China mana yang terlibat, dan tidak mengindikasikan bahwa Beijing secara langsung harus disalahkan.

Buntut laporan ini, pejabat pemerintah China meminta bukti mengenai transfer citra satelit tersebut saat didesak oleh pejabat AS. Mereka juga menolak mengakui keterlibatan perusahaan China dalam penyediaan citra satelit kepada Teheran.

Beberapa waktu lalu Trump telah memperingatkan China untuk tidak menjual senjata ke Iran. Mei lalu AS juga menjatuhkan sanksi terhadap tiga perusahaan satelit yang berbasis di China karena memfasilitasi operasi militer Iran.

China adalah mitra ekonomi utama Iran, dengan membeli sebagian besar produksi minyak negara itu, sekaligus pendukung diplomatik yang penting.

(dna)