Kolonel AS Ditembak Jatuh Iran, Putus Asa Bertahan Hidup 50 Jam

CNN Indonesia
Senin, 14 Sep 2026 20:41 WIB
A man crosses the Central Intelligence Agency (CIA) seal in the lobby of CIA Headquarters in Langley, Virginia, on August 14, 2008. AFP PHOTO/SAUL LOEB / AFP PHOTO / SAUL LOEB
Badan Intelijen AS CIA. Foto: AFP Photo/Saul Loeb

CBS melaporkan CIA menjalankan operasi penipuan untuk membingungkan pasukan Iran. Badan tersebut juga menggunakan teknologi rahasia untuk menentukan lokasi Bravo.

Rekaman yang baru dideklasifikasi menunjukkan pesawat pembom dan drone AS menyerang pasukan di sekitar lokasi yang terkait dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran selama operasi penyelamatan berlangsung.

Cooper mengatakan lebih dari 90 anggota militer AS memasuki Iran melalui jalur darat dalam operasi tersebut. Menurutnya, hal itu menjadi kali pertama pasukan AS menginjakkan kaki di Iran dalam 46 tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ratusan personel lainnya terlibat melalui jalur udara, sementara ribuan personel lain memberikan dukungan terhadap operasi tersebut.

Dua pesawat besar untuk misi pencarian dan penyelamatan kemudian mendarat di landasan darurat di gurun. Setelah itu, helikopter kecil yang dikenal sebagai "Little Bird" terbang menuju posisi Bravo di punggung bukit.

Bravo mengatakan dirinya melihat para penyelamat sebagai salah satu momen terbesar dalam hidupnya. "Ayo pergi," kata Bravo kepada pasukan yang datang menjemputnya.

Namun, operasi tersebut kembali menghadapi masalah. Roda pendaratan dua pesawat penyelamat terjebak di pasir gurun. Kondisi itu membuat Bravo dan lebih dari 90 anggota pasukan elite AS ikut terjebak.

Angkatan Udara AS kemudian mengerahkan unit rahasia untuk mengevakuasi seluruh kelompok tersebut.

Militer AS juga menghancurkan dua pesawat yang terjebak di gurun. Kedua pesawat itu masing-masing bernilai sekitar US$100 juta. Militer juga menghancurkan helikopter "Little Bird" untuk mencegah teknologi sensitif AS jatuh ke tangan Iran.

Bravo akhirnya berhasil keluar dari Iran sekitar 50 jam setelah Dude 44 ditembak jatuh. Operasi penyelamatan tersebut selesai ketika matahari terbit pada Minggu Paskah.

Bravo menyebut keberhasilannya bertahan hidup sebagai "mukjizat zaman modern". Ia mengatakan keyakinannya membuat dirinya percaya bahwa Tuhan membantunya melewati masa sulit tersebut.

"Saya percaya bahwa ini adalah bukti pemeliharaan Tuhan dalam hidup saya yang membawa saya melewati momen itu dengan cara yang tidak mencegah cedera, tetapi mencegah cedera parah yang akan memengaruhi kemampuan saya untuk bertahan hidup," kata Bravo.

Menurut Bravo, kisah tersebut bukan hanya tentang seorang pilot yang jatuh di wilayah musuh. Ia menilai keberhasilannya kembali ke AS merupakan hasil kerja sama, latihan, keyakinan, keputusan, dan kepemimpinan.

"Ini adalah kisah tentang kerja tim, pelatihan, keyakinan, keputusan, dan kepemimpinan untuk melakukan sesuatu yang akan tercatat dalam sejarah sebagai contoh dari apa yang Amerika bersedia lakukan, untuk menjunjung tinggi janji kita dan tidak meninggalkan seorang pun di belakang," lanjutnya.

Pilot Alpha juga menyampaikan penghargaan kepada tim pencarian dan penyelamatan tempur serta seluruh pasukan AS yang terlibat dalam operasi tersebut.

"Kata-kata tidak dapat menggambarkan betapa bersyukurnya saya dan keluarga saya, dan betapa bangganya saya dapat melayani bersama setiap orang dari mereka," kata Alpha.

Alpha kini kembali menerbangkan pesawat. Namun, ia menolak tampil di depan publik karena alasan keamanan.

(mge/dna)

HALAMAN:
1 2