Kemlu RI Imbau WNI di Saudi Waspada Hindari Kerumunan
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mengimbau warga negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi untuk waspada menyusul serangan drone di selatan Kota Mekkah.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, mengatakan otoritas Saudi selama beberapa waktu terakhir mengeluarkan peringatan terkait potensi bahaya di sejumlah wilayah antara lain Mekkah, Jeddah, dan Taif.
Salah satu peringatan tersebut dirilis pada Selasa (15/9), sehari setelah koalisi pimpinan Saudi melaporkan 13 warga sipil terluka dalam serangan rudal dan drone di Khamis Mushait, Abha, dan Taif.
"Pada 15 September 2026, otoritas Arab Saudi mengeluarkan peringatan kepada masyarakat untuk tetap berada di dalam bangunan, menghindari area terbuka dan kerumunan, serta mengikuti informasi dan arahan yang disampaikan melalui kanal resmi," ujar Heni dalam keterangannya, Rabu (16/9).
Heni menyampaikan pasca peringatan dikeluarkan, Saudi Civil Defense kemudian mengabarkan bahwa situasi bahaya telah berakhir dan masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti biasa dengan tetap memperhatikan arahan resmi dari otoritas setempat.
"Hingga saat ini, tidak terdapat laporan mengenai WNI yang terdampak," kata Heni.
Perwakilan RI di Arab Saudi hingga kini terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan otoritas setempat.
"Serta mengimbau WNI untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi resmi pemerintah Arab Saudi," kata Heni.
"Dalam kondisi darurat, WNI di Arab Saudi dapat menghubungi Hotline KBRI Riyadh: +966 569173990 dan Hotline KJRI Jeddah: +966 50 360 9667," lanjut Heni.
Sebelumnya, otoritas Saudi mengeluarkan peringatan darurat terhadap Kota Mekkah, Jeddah, dan Taif, serta meminta warga segera mencari tempat berlindung dan menjauhi area terbuka.
Otoritas mengimbau warga berada di ruang aman hingga bahaya berlalu dan tidak berkerumun serta mengambil foto/video di lokasi sensitif.
Pada Rabu (16/9) pagi, juru bicara pasukan koalisi Yaman pimpinan Saudi, Turki Al Maliki, kemudian melaporkan pihaknya telah menembak jatuh sebuah drone yang diyakini diluncurkan Houthi ke wilayah dekat Mekkah.
Drone tersebut dicegat pada Selasa sekitar pukul 18.50 waktu setempat dan puing-puingnya jatuh di selatan Mekkah.
Al Maliki berujar insiden ini merupakan upaya kedua Houthi menargetkan Mekkah, setelah upaya pertama dilakukan pada 27 Juli 2017.
Al Maliki menegaskan keamanan Dua Masjid Suci dan para jemaah adalah "garis merah". Pihaknya pun bersumpah akan mengambil sejumlah langkah guna mencegah serangan lebih lanjut.
Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) sementara itu mengecam keras peluncuran drone ke kota suci Mekkah. OKI menyebut peluncuran tersebut melanggar kesucian Mekkah dan Madinah serta memancing sentimen umat Islam di seluruh dunia.
"Sekretariat Jenderal Organisasi Kerja Sama Islam mengecam serangan keji yang dilakukan oleh kelompok Houthi terhadap kota Mekkah dan wilayah Madinah, serta agresi berkelanjutan mereka terhadap Kerajaan Arab Saudi," demikian pernyataan OKI.
(blq/dna/dna)