Perdana, Warga Usia 100 Tahun Tembus 100 Ribu Orang di Negara Ini

CNN Indonesia
Rabu, 16 Sep 2026 18:30 WIB
Para lansia di Jepang menjalankan senam breakdance. (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jumlah warga berusia 100 tahun atau lebih di Jepang menembus hingga 100 ribu jiwa pertama kali dalam 56 tahun di tengah populasi yang menyusut.

Kementerian Kesehatan melaporkan saat ini Jepang memiliki 107.677 orang yang berusia 100 tahun ke atas. Angka tersebut meningkat hampir 8.000 tahun lalu sekaligus menjadi populasi nasional berusia 100 tahun ke atas tertinggi di dunia.

Dari jumlah itu, 88 persen atau sekitar 94.298 perempuan. Perempuan berusia 114 tahun di Kyoto, Fuyo Kishimoto, jadi perempuan tertua di negara itu. Lalu yang laki-laki adalah Hikaru Kato berusia 112 tahun. Dia berasal dari Kumamoto.

"Saya sangat senang bahwa begitu banyak orang tetap aktif dan sehat dalam waktu yang lama," kata Menteri Kesehatan Kenichiro Ueno, dikutip The Independent, Rabu (16/9).

Kenichiro mengatakan kondisi tersebut mencerminkan kemajuan nyata dalam bidang kedokteran dan teknologi.

Namun, ia memperingatkan tentang tekanan yang ditimbulkan oleh tren pertumbuhan penduduk terhadap sistem jaminan sosial Jepang.

Menurut Bank Dunia, Jepang secara konsisten termasuk di antara negara-negara dengan angka harapan hidup terpanjang. Rata-rata harapan hidup di sana mencapai 84 tahun pada 2024.

Saat Jepang memulai survei penduduk berusia 100 tahun ke atas pada 1963, tercatat 153 jiwa. Kemudian pada 1981, jumlah penduduk yang mencapai lebih 100 tahun melampaui 1.000 dan 10.000 pada 1998.

Namun, studi-studi sebelumnya sudah menimbulkan keraguan soal keandalan sensus penduduk berusia 100 tahun ke atas secara global.

Audit pemerintah Jepang terhadap catatan keluarga pada 2010 menemukan lebih dari 230.000 orang yang terdaftar berusia 100 tahun ke atas telah meninggal beberapa dekade sebelumnya atau tak bisa dipertanggungjawabkan.

Ketidaksesuaian ini disebabkan pencatatan yang tak lengkap dan, dalam beberapa kasus, kecurigaan bahwa keluarga telah menyembunyikan kematian untuk terus mengklaim pensiun.

Jumlah penduduk yang berusia lebih dari 100 tahun ini juga muncul saat populasi keseluruhan di Jepang menurun.

Institut Nasional Penelitian Kependudukan dan Jaminan Sosial melaporkan jumlah penduduk Jepang saat ini sekitar 23 juta dan diproyeksikan turun jadi 87 juta pada 2070.

(isa/bac)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK