Kenapa Uni Eropa Mau Jadikan Kanada Anggota?

CNN Indonesia
Jumat, 18 Sep 2026 06:35 WIB
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyatakan ingin menjadikan Kanada sebagai "anggota asosiasi" pertama Uni Eropa. (AFP/Francois Walschaerts)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyatakan ingin menjadikan Kanada sebagai "anggota asosiasi" pertama Uni Eropa.

Gagasan tersebut disampaikan pada Rabu (16/9), beberapa hari setelah Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengatakan negaranya sedang mencari "aliansi unik" dengan Uni Eropa, tetapi bukan keanggotaan.

"Anggota asosiasi" merupakan status baru yang belum tercantum dalam perjanjian Uni Eropa. Karenanya, bentuk, hak, dan kewajibannya belum ditetapkan.

Usulan agar Kanada menjadi anggota asosiasi Uni Eropa mencuat di tengah huru-hara antara Kanada dan Amerika Serikat.

Washington dan Ottawa terlibat perang dagang, dan Presiden AS Donald Trump berulang kali mengusik dengan menyatakan ingin menjadikan Kanada negara bagian ke-51 AS.

Kanada amat bergantung kepada pasar dan keamanan AS. Memburuknya hubungan dengan Washington mendorong Ottawa mencari alternatif ke pihak yang sama strategisnya dengan AS.

Uni Eropa adalah kandidat yang sangat natural karena memiliki ekonomi besar, pasar konsumen besar, teknologi, industri, kemampuan pertahanan, kebutuhan energi dan mineral, serta sistem politik yang relatif sejalan dengan Kanada.

Di sisi lain, Uni Eropa juga sedang butuh partner strategis. Dalam pidatonya, von der Leyen terang-terangan mengatakan hubungan Uni Eropa-Kanada akan menciptakan "ruang bagi kemakmuran dan keamanan ekonomi bersama".

Ini mencakup kerja sama di berbagai bidang, mulai dari manufaktur, teknologi, industri pertahanan, Arktik, kecerdasan buatan (AI), energi, hingga mineral penting.

Kanada adalah negara Arktik dan Uni Eropa memandang vital kawasan tersebut.

Uni Eropa punya kepentingan di kawasan ini, terutama terkait Rusia, keamanan, jalur pelayaran baru, energi, mineral, perubahan iklim, dan pencegahan terhadap meningkatnya aktivitas China.

Apa Kanada bisa menjadi anggota asosiasi?

Pemberian status ini kepada Kanada kemungkinan akan sulit dilakukan.

Presiden Komisi Eropa bisa mengusulkan dan mendorong proposal, tetapi keputusan akhirnya butuh suara bulat 27 negara anggota, serta ratifikasi nasional di masing-masing negara.

Belum lagi akan ada pandangan dari negara-negara lain yang menjadi kandidat anggota Uni Eropa, seperti Ukraina, Albania, Montenegro, dan Moldova. Mereka bisa merasa tidak adil dan menilai bahwa Kanada mendapat perlakuan khusus.

Proses aksesi di Uni Eropa sangat panjang dan memakan waktu lama. Seringkali negara-negara kandidat harus melakukan reformasi yang terbilang sensitif secara politik.

Keanggotaan penuh di Uni Eropa hanya bisa diberikan kepada negara-negara Eropa. Kanada bukan negara Eropa, melainkan negara di Amerika Utara.

Dilansir dari Reuters, Kanada dan Uni Eropa sebetulnya sudah terikat hubungan dalam perjanjian dagang yang disebut CETA.

Namun, sudah sepuluh tahun lebih setelah kesepakatan tercapai, dan sembilan tahun sejak mulai berlaku sementara, beberapa negara Uni Eropa masih belum meratifikasinya.

Jika Kanada ingin terikat sepenuhnya ke Pasar Tunggal Uni Eropa, Ottawa perlu menyeleraskan norma dan peraturan agar sesuai dengan hukum blok tersebut.

Kanada akan menjadi negara yang hanya menerima aturan tanpa memiliki suara dalam pembuatan kebijakan jika bergabung dengan Pasar Tunggal tanpa keanggotaan penuh seperti Islandia, Norwegia, dan Liechtenstein yang merupakan anggota Kawasan Ekonomi Eropa.

(blq/bac)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK