RI Dorong Penyelesaian Konflik Saudi vs Houthi Secara Damai

CNN Indonesia
Kamis, 17 Sep 2026 16:59 WIB
Kementerian Luar Negeri RI
Kemlu RI buka suara, dorong deeskalasi konflik Saudi dan milisi Houthi Yaman. Foto: CNNIndonesia/Riva Dessthania Suastha
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mendorong deeskalasi konflik antara Arab Saudi dan milisi penguasa Yaman Houthi yang memanas dalam beberapa waktu terakhir.

Juru bicara Kemlu II Vahd Nabyl menyampaikan pernyataan itu saat ditanya sikap Indonesia terkait konflik Saudi vs Houthi.

"Yang terkait dengan kondisi di Yaman. Memang ini isu yang kita lihat bahwa pada dasarnya kita mengharapkan situasi di Timur Tengah ini bisa diselesaikan secara damai," kata Nabyl dalam konferensi pers di Gedung Kemlu, Kamis (17/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita mendorong adanya deeskalasi konflik," imbuhnya.

Nabyl juga mengatakan terkait pelindungan WNI, pemerintah terus melakukan pemantauan melalui KBRI di Muscat yang mencakup wilayah Yaman dan KBRI Riyadh serta KJRI di Jeddah untuk memastikan kondisi WNI yang berada di sana.

"Mungkin perkembangan yang terus berlangsung di sana, itu terus kita imbau para WNI agar terus melakukan, memperhatikan imbauan-imbauan yang dilakukan oleh pemerintah," kata dia.

Kemlu juga menyediakan hotline-hotline yang bisa dihubungi apabila ada WNI dalam kondisi daruat.

Di kesempatan terpisah, Kedutaan Besar RI di Riyadh ikut menggemakan peringatan darurat yang dirilis otoritas Arab Saudi.

"Jika Anda Menerima Pesan Peringatan Darurat: Tetap tenang dan ikuti instruksi resmi dalam pesan. Segera menuju tempat aman di dalam bangunan dan menjauh dari jendela," demikian isi unggahan di Instagram Story @indonesiainriyadh pada Selasa (15/9).

KBRI juga meminta WNI untuk menghindari area terbuka, balkon, atau atap bangunan. Selain itu, KBRI mengimbau WNI menghindari kerumunan, menghindari mengambil foto atau video di lokasi berbahaya dan jika menerima pesan saat berkendara segera menepi ke sisi jalan, hindari berhenti dekat jembatan atau bangunan tinggi.

Dalam beberapa waktu terakhir, Saudi dan Houthi saling gempur. Terbaru, milisi itu menyerang pangkalan udara dan jaringan pipa minyak utama Riyadh. Saudi bersumpah bakal merespons dengan tegas.

Awal pekan ini, Saudi bahkan sempat merilis peringatan darurat untuk di Kota Mekkah, Jeddah, dan Taif. Namun, tak lama kemudian peringatan itu dicabut.

(mge/isa/dna)