Pakistan Desak Iran Bujuk Houthi Tidak Serang Fasilitas Energi Saudi

CNN Indonesia
Kamis, 17 Sep 2026 21:30 WIB
Panglima militer Pakistan Asim Munir mendesak Iran untuk membujuk milisi Houthi di Yaman agar tidak menyerang fasilitas energi Arab Saudi.
Panglima militer Pakistan Asim Munir mendesak Iran untuk membujuk milisi Houthi di Yaman agar tidak menyerang fasilitas energi Arab Saudi. (Pakistan's Ministry of Information/Handout via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Panglima militer Pakistan Asim Munir mendesak Iran untuk membujuk milisi Houthi di Yaman agar tidak menyerang fasilitas energi Arab Saudi.

Sumber dari pemerintah Pakistan mengatakan kepada Anadolu Agency pada Kamis (17/9) bahwa Munir menelepon Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi untuk menggunakan pengaruh Teheran untuk menghentikan serangan ke infrastruktur minyak dan ekonomi Saudi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedua sumber itu berbicara saat Araghchi berkunjung ke China pada Rabu, demikian dikonfirmasi oleh media pemerintah Iran.

"Pejabat tinggi militer tersebut membahas situasi regional secara keseluruhan, dengan fokus khusus pada serangan Houthi dan upaya menghidupkan kembali pembicaraan langsung yang sempat terhenti antara AS dan Iran," ujar sumber yang mengetahui perkembangan situasi tersebut, dikutip dari Anadolu.

Islamabad telah memperingatkan bahwa eskalasi terkini akan semakin memperumit situasi regional yang memang sudah rumit.

Meski tanggapan Araghchi disebut sebagai sesuatu yang "memberikan harapan," sumber-sumber tersebut tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, baru-baru ini menyatakan bahwa Teheran tidak mencampuri urusan Yaman. Ia juga menyebut kelompok Houthi sebagai aktor independen yang "mengejar kepentingan mereka sendiri."

Percakapan terbaru ini berlangsung sehari setelah sebuah pesawat nirawak (drone) yang diduga Saudi milik Houthi dicegat di dekat kota suci Mekkah. Insiden itu memicu kemarahan masyarakat internasional, termasuk negara-negara Muslim.

Pihak Houthi membantah telah meluncurkan pesawat nirawak tersebut.

Pakistan dan Saudi menandatangani pakta pertahanan bilateral tahun lalu. Kesepakatan itu berlanjut pada penandatanganan perjanjian pertahanan trilateral Pakta Mekkah bulan lalu yang melibatkan Turki.

Yaman dilanda perang saudara sejak kelompok Houthi merebut ibu kota Sanaa sejak 2014. Hal itu memicu intervensi koalisi Arab pimpinan Saudi pada 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Kelompok tersebut kembali terlibat dengan pasukan pemerintah sejak bulan Juli, saat mereka mengumumkan blokade maritim terhadap Riyadh. Baru-baru ini, Houthi mengklaim telah mencapai kemajuan di sepanjang pesisir Laut Merah serta Selat Bab Al Mandab.

Houthi juga telah menargetkan infrastruktur minyak Arab Saudi, yang turut mendorong kenaikan harga minyak di pasar internasional.

(bac)
placeholder