Anggota DPR Partai Netanyahu: Hukum Yahudi Beda dengan Manusia Biasa
Anggota DPR dari Partai yang diketuai Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu Likud, Hanoch Milwidsky, mengatakan hukum Yahudi beda dengan manusia biasa.
"Kami tak seperti yang lain, dan ini lah kenapa semua hukum yang diterapkan orang lain berbeda dengan yang diterapkan kepada kita," kata Milwidsky dalam video yang beredar di media sosial, dikutip Middle East Monitor, Kamis (17/9).
Milwidsky menyajikan supremasi Yahudi sebagai pembenaran atas pengecualian hukum yang mengikat bangsa lain. Dia juga mengeklaim status yang diberikan Tuhan menempatkan mereka di atas aturan yang mengikat bangsa lain.
Ia lantas mendesak kesetiaan kepada otoritas agama sembari mengabaikan pandangan para diplomat dan pemimpin internasional.
"Bangsa Yahudi dilahirkan sebagai bangsa yang Mulia. Karena mereka punya kewajiban untuk menciptakan di sini, tanah keajaiban dan kebajikan," ujar Mildwidsky.
Pernyataan Mildwidsky muncul di tengah sederet pelanggaran Israel terhadap hukum internasional. Kelompok hak asasi manusia menyatakan Tel Aviv melakukan genosida di Jalur Gaza, Palestina selama agresi dan mempertahankan sistem apartheid yang dilembagakan terhadap warga negara itu.
Pada November 2025, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) juga mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu dan Menteri Pertahanan saat itu Yoav Gallant dengan dakwaan melakukan kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan selama agresi.
Selama agresi itu, pasukan Israel memblokade bantuan kemanusiaan yang masuk hingga memicu krisis pangan.
Selain itu, pasukan Zionis juga meluncurkan serangan ke warga dan objek sipil seperti rumah sakit, tempat ibadah, hingga kamp pengungsian.
Imbas agresi tersebut, lebih dari 73.000 warga tewas, ratusan ribu rumah dan fasilitas sipil hancur, serta jutaan warga terpaksa menjadi pengungsi.
(isa/bac)