Survei Pemilih Yahudi AS, PM Netanyahu Dongkrak Sentimen Anti-Israel

CNN Indonesia
Senin, 21 Sep 2026 14:45 WIB
Sebanyak 56 persen responden memiliki kekhawatiran "sangat besar" bahwa "tindakan Israel di bawah Netanyahu meningkatkan sentimen anti-Israel di AS." (REUTERS/Clodagh Kilcoyne)
Jakarta, CNN Indonesia --

Survei yang diadakan oleh Mellman Group, kelompok untuk Jewish Electorate Institute yang diterbitkan Kamis (17/9) mengungkapkan bahwa mayoritas pemilih Yahudi Amerika sangat prihatin bahwa tindakan Israel di bawah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah berkontribusi pada meningkatnya antisemitisme dan sentimen anti-Israel di Amerika Serikat.

Bahkan ketika sebagian besar dari mereka terus mengidentifikasi diri sebagai pro-Israel.

Survei yang dilakukan bagi pemilih Yahudi ini menemukan bahwa 56 persen responden memiliki kekhawatiran yang "sangat besar" bahwa "tindakan Israel di bawah Netanyahu telah meningkatkan antisemitisme dan sentimen anti-Israel di AS".

Pandangan tersebut punya variasi sangat berbeda berdasarkan afiliasi politik. Mereka yang berafiliasi dengan Partai Demokrat menyatakan keprihatinan paling tinggi (65 persen), lalu keprihatinan sebanyak 46 persen untuk independen dan 34% bagi pemilih Partai Republik.

Pada saat yang sama, 86 persen dari responden survei menggambarkan diri mereka sebagai pro-Israel. Hampir dua pertiga, 65 persen, mengatakan mereka pro-Israel sambil mengkritik banyak kebijakan pemerintah Israel. Meski demikian, 71% memandang Israel secara positif, dibandingkan dengan 25% yang memandangnya secara negatif.

[Gambas:Video CNN]

Netanyahu sendiri jauh kurang populer di kalangan responden. Sekitar 61 persen memandang perdana menteri itu secara negatif dan 34 persen secara positif.

Sebanyak 60 puluh persen mengatakan mereka ingin melihatnya digantikan dalam pemilihan umum Israel mendatang, sementara hanya 16 persen yang menginginkannya terpilih kembali.

(imf/bac)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK