Presiden China Xi Jinping akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat pekan ini dengan membawa agenda perdamaian dunia di tengah perang di Timur Tengah.
Ini jadi kunjungan pertama presiden China ke AS sejak 2015 atau 11 tahun lalu. Xi akan berada di Negeri Paman Sam pada 23-25 September.
Lihat Juga : |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Presiden Xi akan bertukar pandangan dengan Presiden Trump dengan sejumlah isu utama yang menyangkut hubungan bilateral dan perdamaian dunia dan perkembangannya," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Guo Jiakun, dikutip Anadolu Agency, Senin (21/9).
Menurut laporan media AS, Xi akan disambut Trump di Pangkalan Gabungan Andrews, Maryland, yang dekat dengan Washington. Presiden China ini bakal didampingi para eksekutif termasuk CEO kendaraan listrik BYD dan Xiaomi.
Dalam kunjungan ini, Xi dijadwalkan bertemu Trump 24 September. Keduanya kemungkinan bakal memabahas masalah perdagangan, kecerdasan buatan, hingga keamanan global.
Di kesempatan tersebut, Guo juga mengatakan diplomasi kepala negara memainkan peran yang tak tergantikan dalam memberikan panduan strategis bagi hubungan China-AS.
"China akan bekerja sama dengan AS untuk memperkaya dimensi hubungan konstruktif China-AS yang berlandaskan stabilitas strategis, memperkuat dialog dan kerja sama, serta mengelola perbedaan dengan tepat dan lebih lanjut berkontribusi pada perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran dunia," ujar Guo.
Lihat Juga : |
Kunjungan itu juga berlangsung di pekan yang sama saat Sidang Majelis Umum PBB digelar di New York. Namun, dia dilaporkan tak hadir dalam pertemuan organisasi internasional itu.
Rencana kunjungan itu berlangsung usai Trump berkunjung ke China pada Mei lalu. Di Beijing, dia dan Xi membahas tarif dan dagang, isu Taiwan, hingga geopolitik.
(isa/bac)

