China di Sidang PBB: Semua Negara Setara, Besar atau Kecil

CNN Indonesia
Minggu, 27 Sep 2026 09:22 WIB
China menegaskan semua negara memiliki kedudukan yang setara di dunia, tak peduli negara besar atau kecil. (REUTERS/Eduardo Munoz)
Jakarta, CNN Indonesia --

China menegaskan semua negara memiliki kedudukan yang setara di komunitas internasional, tak peduli negara besar atau kecil.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Presiden China Han Zheng dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Kota New York, pada Sabtu (26/9) waktu setempat.

"China meyakini seluruh negara, terlepas dari ukuran, merupakan anggota setara dalam komunitas internasional, dan urusan global harus diselesaikan melalui konsultasi serta penghormatan universal terhadap hukum internasional, keadilan, dan ketidakberpihakan," ujar Han.

Ia kemudian menegaskan bahwa seluruh negara harus bersatu dan mengambil tindakan untuk menjaga serta memperkuat PBB.

"Kita harus menepis prasangka ideologis, menghormati jalur pembangunan dan sistem sosial yang dipilih secara mandiri oleh rakyat setiap negara, memperdalam pertukaran pengalaman tata kelola, serta bersama-sama mencari solusi atas tantangan global," ujar Han.

[Gambas:Video CNN]

Sebelumnya, Menlu RI Sugiono juga menyerukan perubahan di PBB agar lebih representatif dan ada tindakan nyata terkait sejumlah isu besar di komunitas internasional.

Sugiono mengatakan perubahan tersebut diperlukan untuk memperkuat sistem multilateral di tengah berbagai krisis yang dihadapi dunia. Menurutnya, jawaban atas kelemahan sistem multilateral bukan dengan mengurangi peran multilateralisme, melainkan membangun sistem yang lebih kuat dan mampu bekerja lebih efektif.

"Jawaban atas multilateralisme yang tidak sempurna bukanlah lebih sedikit multilateralisme. Jawabannya adalah multilateralisme yang lebih kuat dan lebih baik," kata Sugiono dalam pidatonya di Majelis Umum PBB ke-81, New York, AS, Sabtu (26/9) waktu setempat.

Ia mengatakan sistem multilateral yang sesuai dengan kebutuhan abad ke-21 harus lebih representatif, lebih lincah, dan lebih mampu menghasilkan tindakan. Meski perubahan kelembagaan tak dapat dilakukan dalam waktu singkat, Sugiono menilai tantangan yang dihadapi saat ini membutuhkan langkah segera.

"Transformasi kelembagaan tidak akan terjadi dalam semalam. Namun, urgensi tantangan saat ini mengharuskan kita untuk bertindak sekarang," ujarnya.

Sidang Ke-81 Majelis Umum PBB resmi dibuka di New York pada 8 September 2026. Pekan tingkat tinggi secara tradisional menjadi bagian dari rangkaian sidang tersebut.

Debat Umum PBB berlangsung pada 22-26 September dan dilanjutkan pada 28 September.

(bac)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK