Trump dan Xi Jinping Bertemu di AS, Sepakat Atasi 'Thucydides Trap'

CNN Indonesia
Minggu, 27 Sep 2026 12:45 WIB
Ilustrasi. Trump dan Xi Jinping bertemu. (REUTERS/Evelyn Hockstein)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping bertemu di Gedung Putih, Washington, AS pada Kamis (24/9).

Dalam pertemuan itu, Xi menyatakan persaingan AS-China dapat berlangsung tanpa konfrontasi dan menyebut 'Thucydides Trap' dapat diatasi.

"Thucydides Trap dapat diatasi," kata Xi saat tiba di Gedung Putih, menurut keterangan resmi pihak China, melansir CNBC.

Thucydides Trap merupakan konsep yang dipopulerkan profesor Harvard Graham Allison pada awal 2010-an. Istilah tersebut menggambarkan kondisi ketika ketegangan antara kekuatan yang sedang naik dan kekuatan yang telah berkuasa dapat berujung pada perang.

Nama konsep tersebut merujuk pada Thucydides, jenderal Athena pada masa Yunani kuno. Dalam catatannya mengenai Perang Peloponnesos, Thucydides menggambarkan bagaimana kebangkitan Athena membuat Sparta merasa terancam hingga perang antara kedua negara kota tersebut terjadi.

Xi sebelumnya pernah menggunakan istilah Thucydides Trap dalam sebuah wawancara yang dipublikasikan HuffPost pada 2014. Saat itu, ia mengatakan China dan AS perlu bekerja sama untuk menghindari ketegangan destruktif antara kekuatan yang sedang berkembang dan kekuatan yang telah mapan.

Pernyataan terbaru Xi menunjukkan penekanan yang berbeda dibandingkan pertemuan pada Mei silam. Dalam pertemuan tersebut, Xi sempat mempertanyakan apakah kedua negara dapat menghindari Thucydides Trap. Kali ini, ia secara langsung mengatakan jebakan tersebut dapat diatasi.

Xi mengatakan China dan AS dapat menjalankan kompetisi yang sehat tanpa berkembang menjadi konfrontasi. Menurut dia, persaingan kedua negara seharusnya menjadi upaya untuk saling mengejar, bukan pertarungan yang hanya menghasilkan pihak yang menang dan kalah.

"Ini harus menjadi perlombaan untuk saling mengejar, bukan pergulatan di mana salah satu pihak menang atau kalah," ujar Xi.

Xi juga mengatakan militer kedua negara perlu meningkatkan komunikasi dan pencegahan krisis. Menurut dia, komunikasi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga agar persaingan antara Washington dan Beijing tidak berkembang menjadi konflik.

Kunjungan kenegaraan Xi ke AS kali ini merupakan yang pertama dalam 11 tahun. Media pemerintah China sebelumnya menyebut perhatian Xi terhadap konsep Thucydides Trap mencerminkan pandangan bahwa konflik antara negara besar lebih dipicu oleh kecurigaan satu sama lain daripada sesuatu yang tidak dapat dihindari.

Profesor Cui Shoujun dari School of International Studies, Renmin University of China, menilai penetapan batas bahwa kedua negara dapat berkompetisi secara intens tanpa konflik militer menjadi salah satu hasil politik penting dari pertemuan tersebut.

Menurut Cui, hal itu memberikan kepastian dalam hubungan bilateral yang selama ini bergejolak. Dalam pembicaraan tersebut, Xi juga meminta AS menentang "kemerdekaan Taiwan", menurut keterangan resmi pemerintah China.

Namun, Trump belum memberikan komentar mengenai Taiwan dalam pertemuan tersebut. Pernyataan Trump saat kedatangan Xi di Gedung Putih lebih banyak menekankan kerja sama secara umum.

Pertemuan Trump dan Xi berlangsung di tengah hubungan kedua negara yang masih diwarnai persaingan. Meski demikian, pernyataan Xi mengenai Thucydides Trap menekankan kemungkinan bagi AS dan China untuk mempertahankan kompetisi tanpa menjadikannya sebagai konfrontasi.

(del/dal)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK