Maskapai Disanksi AS, Delegasi Iran Pakai Pesawat Ini ke Sidang PBB
Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mempertanyakan bagaimana delegasi Iran yang menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York akan kembali ke negaranya.
Pertanyaan bernada mengejek itu, disampaikan Bessent mengingat Presiden Donald Trump baru-baru ini melarang seluruh maskapai Iran beroperasi di seluruh dunia, sebuah sanksi baru yang menargetkan Teheran.
"Melalui Operasi Economic Outcast, kami saat ini memberikan tekanan kepada Iran dengan intensitas yang belum pernah mereka alami sebelumnya," kata Bessent.
Bessent mengatakan kampanye tersebut telah berdampak pada konektivitas penerbangan internasional Iran. Ia mengklaim lebih dari 80 hingga 90 persen penerbangan internasional dari Iran telah dihentikan imbas sanksi baru AS ini.
Bessent juga mengancam AS akan menargetkan kegiatan operasional setiap lembaga keuangan, perusahaan, dan pelaku usaha asing yang masih berhubungan dengan Iran.
"Kami telah menyampaikan dengan sangat jelas kepada seluruh dunia, baik kepada para penyandang dana, pihak-pihak yang berbisnis maupun mereka yang memasok kebutuhan Iran, bahwa kami tahu siapa kalian, dan kalian sendiri tahu siapa kalian," katanya seperti dikutip Anadolu Agency.
Iran tak kehabisan akal
Namun delegasi Iran tampak tidak kebingungan. Laporan media Gulf News melaporkan, Ashianeh, sebuah maskapai penerbangan Iran yang kurang dikenal jadi andalan delegasi Iran.
Maskapai ini tidak mengoperasikan layanan penumpang terjadwal atau menjual tiket ke publik dan tampaknya tidak berada di bawah sanksi AS atau Uni Eropa ketika Pezeshkian meninggalkan Teheran.
Memang masih belum jelas apakah pesawat tersebut akan menghadapi pembatasan pengisian bahan bakar atau layanan lainnya untuk kepulangan delegasi yang dijadwalkan pada hari Sabtu.
Informasi pelacakan penerbangan menunjukkan pesawat tersebut berhenti di Aljir, tampaknya untuk mengisi bahan bakar, dalam perjalanannya ke New York.
"Itu berarti pertanyaan Bessent tidak boleh ditafsirkan secara harfiah sebagai bukti bahwa delegasi Iran terlantar," kata media tersebut.
Belum ada konfirmasi publik apakah pesawat yang sama membawa Pezeshkian kembali ke Teheran pada Sabtu. Namun, penggunaan pesawat tersebut pada perjalanan keberangkatan menggambarkan salah satu kesulitan yang dihadapi Washington dalam upaya mengisolasi sektor penerbangan Iran sepenuhnya.
Informasi dari situs Plane Spotters menyebutkan, Ashianeh adalah sebuah maskapai penerbangan asal Iran yang baru-baru ini menarik perhatian publik dunia. Maskapai ini berfungsi sebagai operator penerbangan khusus pemerintah atau misi VIP untuk pejabat tinggi Iran.
(imf/bac)