Diplomasi Panda China saat Xi Jinping Temui Trump di AS

CNN Indonesia
Minggu, 27 Sep 2026 15:19 WIB
China mengirim dua panda raksasa, Ping Ping dan Fu Shuang, ke Zoo Atlanta sebagai simbol meningkatkan hubungan diplomatik dengan AS.
Dalam kunjungan Xi Jinping ke AS, pemerintah China mengirim dua panda raksasa ke Zoo Atlanta sebagai simbol meningkatkan hubungan diplomatik China dan AS. (Foto: REUTERS/Evelyn Hockstein)
Jakarta, CNN Indonesia --

China mengirim dua panda raksasa, Ping Ping dan Fu Shuang, ke Atlanta, Amerika Serikat (AS), sehari setelah kunjungan kenegaraan Presiden China Xi Jinping ke Washington berakhir.

Keduanya akan menjadi penghuni baru Zoo Atlanta dalam skema peminjaman panda dari pemerintah China.

Ping Ping dan Fu Shuang berangkat dari Chengdu, Provinsi Sichuan, pada Minggu (27/9) pukul 02.55 waktu setempat atau Sabtu (26/9) pukul 14.55 waktu AS. Perjalanan menuju Atlanta diperkirakan berlangsung sekitar 15 jam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengiriman kedua panda tersebut dilakukan setelah pertemuan Xi dengan Presiden AS Donald Trump yang membahas hubungan kedua negara. Dalam pertemuan itu, keduanya sepakat memperpanjang gencatan perdagangan dan membentuk jalur komunikasi khusus terkait kecerdasan buatan (AI).

China selama puluhan tahun menggunakan panda sebagai bagian dari hubungan diplomatik dengan negara lain. Masyarakat internasional mengenalnya dengan istilah diplomasi Panda. 

Panda sengaja diberikan atau dipinjamkan oleh China sebagai simbol pertemanan, niat baik atau meningkatkan hubungan dengan sebuah negara.

Xi menyebut panda sebagai "utusan persahabatan" antara China dan AS, merujuk pada sejarah panda yang ditempatkan di kebun binatang AS selama lebih dari setengah abad.

"Panda raksasa telah menjadi utusan persahabatan antara China dan Amerika," kata Xi pada Kamis (24/9), melansir CNN.

Tradisi diplomasi Panda China kepada AS telah dimulai pada 1972, ketika China mengirim panda ke AS setelah kunjungan Presiden Richard Nixon ke China. Pengiriman panda ke luar negeri kemudian digunakan Beijing untuk membangun hubungan, mempererat kerja sama, maupun memperbaiki hubungan dengan negara lain.

Ping Ping lahir pada 17 Maret 2020. Panda jantan tersebut memiliki bercak hitam besar di sekitar mata dan dikenal pandai memanjat pohon. Namanya berarti 'perdamaian', sama dengan nama panda pertama yang dikirim China ke Uni Soviet pada 1957.

Sementara itu, Fu Shuang lahir pada 18 Oktober 2020. Nama Fu Shuang berarti 'berkah ganda'. Ia memiliki sedikit bulu yang menonjol di bagian atas kepala dan dikenal mudah menemukan makanan.

Keduanya dipilih oleh Chengdu Research Base of Giant Panda Breeding dengan mempertimbangkan usia, kesehatan, genetika, dan kepribadian. Pengelola juga mempertimbangkan karakter keduanya agar jinak dan dapat hidup bersama.

"Mereka harus jinak dan menyukai satu sama lain, serta diharapkan dapat kawin secara alami," kata Wakil Direktur taman tersebut, Li Mingxi, kepada CCTV.

Sebelum diberangkatkan, kedua panda menjalani karantina selama sekitar satu bulan bersama pengasuh yang tinggal bersama mereka. Mereka juga dilatih menghadapi perjalanan panjang, termasuk dibiasakan berada di dalam peti dan mendengar suara-suara keras.

China juga mengirim sejumlah dokter hewan dan pengembangbiak untuk tetap berada di Zoo Atlanta selama masa karantina setelah keduanya tiba. Tim dari Zoo Atlanta dan China sebelumnya melakukan serangkaian pertemuan untuk membahas penyesuaian tempat tinggal kedua panda tersebut.

Ping Ping dan Fu Shuang dijadwalkan tiba di Atlanta pada Minggu pagi waktu setempat. Zoo Atlanta sebelumnya telah menjadi tempat tinggal sejumlah panda China, termasuk Lun Lun dan Yang Yang yang menghasilkan tujuh anak antara 2006 hingga 2016 sebelum dikembalikan ke Chengdu.

Pengiriman panda ke AS kembali berlangsung sejak Juni 2024 ketika dua panda tiba di San Diego. Itu menjadi pengiriman panda baru pertama China ke AS dalam lebih dari dua dekade. Pasangan panda kedua kemudian dikirim ke National Zoo di Washington pada tahun yang sama.

Panda memiliki peran khusus dalam hubungan China dengan negara lain. Pemerintah China selama lebih dari setengah abad mengirimkan hewan tersebut ke luar negeri sebagai bagian dari upaya diplomatik dan menjadikannya simbol budaya serta nasional.

Di tengah hubungan AS-China yang diwarnai persaingan perdagangan dan teknologi, termasuk kompetisi di bidang AI, panda menjadi salah satu bentuk hubungan yang tetap berjalan antara kedua negara.

Kedutaan Besar China di AS juga menyampaikan keberangkatan kedua panda tersebut. Duta Besar China untuk AS Xie Feng mengunggah foto Ping Ping dan Fu Shuang melalui akun X miliknya.

"Siap-siap menyambut dua bintang berbulu kita!" tulis Xie.

Bagi pengasuhnya di Chengdu, keberangkatan kedua panda tersebut menjadi momen emosional setelah bertahun-tahun merawat mereka.

"Setelah merawat mereka begitu lama, rasanya seperti membesarkan anak sendiri," kata pengasuh bernama Fu kepada CCTV.

Ping Ping dan Fu Shuang disebut hanya memiliki berat sedikit di atas 100 gram ketika lahir sebelum tumbuh menjadi panda dewasa yang akan menempati rumah baru mereka di Atlanta.

(del/wis)
placeholder