Warga Israel Ngamuk Netanyahu Disebut Abaikan Peringatan Serbuan Hamas

CNN Indonesia
Senin, 28 Sep 2026 11:05 WIB
Sejumlah warga Israel ngamuk dan berunjuk rasa usai PM Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan mengabaikan peringatan soal serangan Hamas 7 Oktober 2023. (AFP/AHMAD GHARABLI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah warga Israel ngamuk dan berunjuk rasa usai Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan mengabaikan peringatan soal serangan Hamas 7 Oktober 2023.

Anadolu Agency melaporkan demonstrasi masyarakat digelar pada Minggu (27/9) di Lapangan Habima, Tel Aviv, usai beredar laporan bahwa Netanyahu tak ambil pusing dengan peringatan bahwa Hamas hendak meluncurkan serangan ke Israel pada Oktober 2023 lalu.

Warga marah karena Netanyahu mengabaikan peringatan tersebut, sehingga 1.200 orang meninggal dunia dan lebih dari 200 orang disandera Hamas.

"Peringatan demi peringatan diberikan, tetapi kami selalu mendengar jawaban yang sama: 'Saya tidak tahu'," kata Einav Zangauker, ibu dari Matan Zangauker yang sempat disandera Hamas.

Surat kabar Israel Haaretz dan New York Times baru-baru ini melaporkan bahwa Presiden Uni Emirat Arab Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan (MbZ) telah memperingatkan Netanyahu mengenai operasi besar Hamas sebelum 7 Oktober 2023.

[Gambas:Video CNN]

Kendati demikian, peringatan MbZ itu tak pernah sampai ke telinga para pemimpin lembaga keamanan Israel, menurut lima mantan pejabat senior Israel kepada New York Times.

Majalah Atlantic juga melaporkan bahwa Mesir sudah memperingatkan Israel mengenai kelompok milisi Palestina yang tampaknya sedang mempersiapkan sebuah serangan besar.

Kantor Netanyahu sementara itu membantah menerima peringatan dari UEA dan Mesir mengenai rencana serangan Hamas.

Menurut Haaretz, Netanyahu berusaha menutupi kesalahannya dengan menumbalkan militer dan dinas intelijen Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Dia dan sekutunya disebut telah menghalangi upaya anggota parlemen untuk membentuk komisi penyelidikan atas kegagalan keamanan terkait peristiwa 7 Oktober. Netanyahu saat itu mengatakan komisi tersebut tak akan bisa mengungkap kebenaran.

(blq/bac)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK