Presiden China Xi Jinping tertawa lepas saat Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan guyonan tentang mantan Presiden AS Joe Biden dalam kunjungan kenegaraan Xi ke Gedung Putih, Kamis (25/9).
Momen tersebut tergolong jarang terlihat karena Xi biasanya tampil tenang di depan publik.
Keduanya saat itu sedang berjalan menyusuri Gedung Putih sebelum berhenti di area "Presidential Walk of Fame", tempat Trump memajang potret dan plakat para presiden AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam video yang dirilis Gedung Putih melalui media sosial, Trump menunjuk sebuah gambar berbentuk tanda tangan otomatis atau autopen yang dipajang di area tersebut.
"Ini adalah autopen ... ini Biden," kata Trump, seperti dilaporkan South China Morning Post (SCMP).
Xi kemudian tertawa. Suaranya terdengar jelas dalam video. Sejumlah anggota delegasi yang mendampingi kedua pemimpin itu juga ikut tertawa.
Ucapan Trump lainnya tidak terdengar jelas. Namun, ia tampaknya menyindir penggunaan autopen oleh Biden, yang selama ini menjadi salah satu sasaran kritik Trump terhadap pendahulunya.
Momen tersebut menjadi sorotan karena memperlihatkan sisi Xi yang lebih santai selama kunjungan ke AS. Kunjungan itu berlangsung ketika hubungan Washington dan Beijing masih menghadapi sejumlah persoalan, termasuk teknologi dan perdagangan logam tanah jarang.
Setelah Xi tertawa mendengar guyonan Trump mengenai Biden, Trump menepuk bahu Xi sebelum keduanya melanjutkan tur.
Video momen tersebut kemudian menyebar di media sosial. Sejumlah pengguna menyoroti tawa Xi yang terdengar lebih lepas dibanding penampilannya dalam sejumlah pertemuan publik sebelumnya.
"Saya belum pernah mendengar Xi tertawa begitu tulus bersama Trump mengenai potret autopen Biden," tulis salah satu pengguna.
"Momen yang luar biasa," tulis seorang komentator lainnya.
Xi kembali tertawa
Trump kembali membuat Xi tertawa dalam video lain yang dibagikan staf Gedung Putih.
Dalam video tersebut, Trump berhenti di depan foto berbingkai yang menampilkan pertemuannya dengan Xi di Beijing pada Mei lalu. Trump kemudian menunjuk foto itu dan berkata, "Siapa itu? Saya tidak mengenalinya."
Xi menoleh kepada anggota delegasinya dan kembali terlihat tertawa singkat. Sikap Xi tersebut berbeda dengan penampilannya dalam sejumlah pertemuan sebelumnya dengan Trump.
Sementara itu, Trump dikenal sering menggunakan gerakan tubuh ekspresif dan kontak fisik saat bertemu pemimpin negara lain.
Dalam kunjungan Trump ke China pada Mei lalu, Xi tampak tetap berdiri tegak ketika Trump mencoba menariknya lebih dekat dalam gaya jabat tangan khasnya.
Sebelum momen tersebut, Xi juga sempat memperlihatkan sikap tenangnya saat upacara penyambutan di Gedung Putih pada Rabu (24/9).
Sebuah jet yang mengikuti parade udara militer mengeluarkan suara keras ketika lagu kebangsaan AS sedang dikumandangkan. Trump yang berdiri di samping Xi tampak terkejut dan sesaat meringis.
Xi tetap terlihat tidak bereaksi terhadap suara tersebut.
Trump kembali menyindir Biden
Autopen yang menjadi bahan guyonan Trump telah menggantikan potret Biden di "Presidential Walk of Fame" milik Trump sejak September 2025.
Trump selama ini kerap menyerang Biden. Ia juga tidak mengakui kekalahannya dalam pemilu 2020.
Trump berulang kali mengklaim bahwa pemilu tersebut diwarnai kecurangan.
Ia juga menuduh Biden terlalu bergantung pada pembantu dan menggunakan autopen untuk menandatangani dokumen resmi menjelang akhir masa jabatannya. Namun, pemerintahan Biden membantah tuduhan tersebut.
Hubungan AS-China sempat memburuk
Momen santai Trump dan Xi berlangsung setelah hubungan AS-China memburuk selama pemerintahan Biden. Ketegangan kedua negara di picu perdebatan mengenai asal-usul Covid-19.
Ketegangan lainnya meningkat di Selat Taiwan setelah kunjungan Ketua DPR AS saat itu, Nancy Pelosi, ke Taiwan pada 2022. Selain itu, ketegangan juga terjadi pada insiden "balon mata-mata" pada 2023.
Washington dan Beijing juga berselisih mengenai pembatasan teknologi AS terhadap China, terutama di sektor semikonduktor dan investasi.
Beijing menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayah China dan tidak menutup kemungkinan menggunakan kekuatan untuk menyatukannya.
AS tidak mengakui Taiwan sebagai negara merdeka, tetapi menentang perubahan status Taiwan secara paksa dan memasok senjata kepadanya.
Selama Biden menjabat, ia bertemu langsung dengan Xi sebanyak tiga kali. Seluruh pertemuan berlangsung di sela-sela forum multilateral, termasuk KTT G20.
Tidak ada kunjungan kenegaraan antara Washington dan Beijing selama masa pemerintahan Biden.
Kunjungan terakhir Xi ke AS sebelum kunjungan kenegaraan kali ini terjadi pada November 2023. Saat itu, Xi datang ke San Francisco untuk menghadiri KTT APEC dan bertemu Biden.
Sementara itu, kunjungan kenegaraan terakhir Xi ke Washington berlangsung pada September 2015. Saat itu, Biden yang menjabat sebagai wakil presiden AS bersama istrinya, Jill Biden, menyambut Xi dan istrinya, Peng Liyuan, di bandara.
(mge/dna)

