Trump Jualan Senjata Buatan AS ke China saat Kunjungan Xi Jinping
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menawarkan penjualan senjata-senjata ke China saat kunjungan Presiden Xi Jinping ke Washington DC, pekan lalu.
Duta besar AS untuk China David Perdue mengatakan kepada Fox News bahwa Trump juga menawarkan Xi Jinping senjata-senjata AS jika tertarik untuk membelinya.
"Presiden Trump terus mengatakan, 'Hei, kami menjual senjata kepada pihak lain di seluruh dunia.' Beliau (Presiden AS) bahkan sempat bertanya kepada Presiden Xi apakah beliau berminat membelinya," ujar David Perdue, kepada Fox News pada Minggu, dikutip dari Anadolu Agency.
Trump menjamu Xi dalam pertemuan puncak yang krusial di Gedung Putih pada Kamis pekan lalu. Kedua pemimpin kembali bertemu pada Jumat untuk acara minum teh secara pribadi serta meninjau arsip foto dan dokumen di Washington sebelum Xi bertolak pulang, mengakhiri kunjungan kenegaraan tiga harinya ke AS.
Perdue tidak mengungkapkan bagaimana tanggapan Xi saat Trump menawarkan senjata-senjata AS ke China.
Menilai kunjungan kenegaraan Xi ke AS sebagai kunjungan yang "sukses," Beijing pada Senin (28/9) menyatakan pihaknya "berkomitmen terhadap perdamaian dunia."
"Tiongkok membangun militernya berdasarkan kebutuhan sendiri dan berkomitmen menjaga perdamaian serta stabilitas dunia," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri, Guo Jiakun, kepada para wartawan di Beijing.
Perdue menyampaikan pernyataan tersebut saat membela kebijakan Washington yang terus menjual senjata ke Taiwan.
"Presiden Trump terus mengatakan, 'Hei, kami menjual senjata kepada pihak lain di seluruh dunia,'" ujar Perdue.
Seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS kemudian mengatakan kepada South China Morning Post bahwa hukum AS melarang penjualan senjata ke China dan bahwa Washington "tidak memiliki tawaran atau rencana" untuk menjual senjata kepada Beijing.
Perdue menyatakan bahwa kebijakan Washington terhadap Taiwan tidak berubah. Ia merujuk pada kebijakan "Satu Tiongkok" (One-China policy), Undang-Undang Hubungan Taiwan (Taiwan Relations Act*), tiga komunike AS-Tiongkok, serta "Enam Jaminan" (Six Assurances).
"Kami tidak mendukung kemerdekaan dan kami tidak mendukung tindakan koersi," ujar Perdue.
Ia kemudian menambahkan bahwa Trump telah menyetujui paket penjualan senjata senilai US$11 miliar untuk Taiwan dan mengizinkan transfer senjata 50 persen lebih banyak dibandingkan presiden AS mana pun sejak tahun 1979.
AS sebelumnya pernah menjual senjata ke Tiongkok. Pada masa kerja sama strategis yang lebih erat antara AS dan Tiongkok untuk menghadapi Uni Soviet di 1980-an, Washington memasok peralatan militer ke Beijing, termasuk radar kontra-artileri AN/TPQ-37 dan torpedo Mark-46.
(bac)