Puluhan Rabbi Israel Desak Netanyahu Batalkan Board of Peace di Gaza
Puluhan rabbi senior Israel mendesak Perdana Menteri Benjamin Netanyahu membatalkan pembentukan Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) untuk Jalur Gaza Palestina.
Salah satu yang paling dituntut para rabbi ini adalah terkait rencana pengerahan pasukan internasional atau Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) di wilayah tersebut.
Lihat Juga : |
Desakan itu disampaikan melalui sebuah memorandum yang ditujukan kepada Netanyahu, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz, serta anggota kabinet keamanan Israel. Dokumen tersebut dilaporkan oleh surat kabar berbahasa Ibrani Israel Hayom pada Minggu (29/9).
Dalam memorandum itu, para rabbi memperingatkan bahwa pengalihan kendali keamanan Gaza kepada pihak asing dapat membahayakan warga Israel.
Mereka juga menilai langkah tersebut berpotensi membuka jalan bagi pembentukan negara Palestina.
"Pengalihan kekuasaan keamanan di Gaza kepada pihak asing dapat membahayakan nyawa warga Israel dan menciptakan kondisi bagi pembentukan negara Palestina," kata para rabbi, seperti dilaporkan Middle East Monitor.
Pada 30 Juli, BoP mengumumkan peta jalan 15 poin yang mencakup pelucutan senjata Hamas dan faksi-faksi Palestina, pengalihan administrasi Jalur Gaza kepada Komite Nasional, dan penarikan bertahap Israel dari wilayah tersebut.
Namun, Netanyahu menolak rencana tersebut pada 9 Agustus. Ia menegaskan bahwa Hamas harus terlebih dahulu dilucuti sepenuhnya sebelum Israel menarik pasukannya dari Gaza.
Penolakan juga datang dari sejumlah menteri sayap kanan Israel.
Menteri Keuangan Bezalel Smotrich termasuk pihak yang mengkritik rencana tersebut dan menyatakan Hamas harus dilucuti sebelum ada penarikan pasukan Israel.
Sementara itu, Hamas menyerukan komunitas internasional untuk mendorong Israel menerapkan peta jalan tersebut. Kelompok tersebut menyatakan tetap berkomitmen terhadap kesepakatan yang telah dicapai bersama para mediator dan BoP.
Para rabbi kembali menegaskan penolakan mereka terhadap keterlibatan pihak asing dalam pengelolaan keamanan Gaza.
"Menyerahkan keamanan Israel kepada pihak asing, terutama kepada musuh-musuh Israel, dapat membahayakan nyawa seluruh warga Israel," kata para rabbi.
"Setelah bencana Oslo, kesalahan yang sama tidak boleh diulangi," tambah mereka.
(mge/rds)